Riuh Kepak Sayap Kupu-kupu Bantimurung yang Berdendang

Klikhijau.com - Kepak sayap warna-warni kupu-kupu Bantimurung menyambut. Satu dua ekor melintas depan mata. Lalu lalang dengan sayap indahnya. Tak ada yang berdiam. Membuat saya tak berdaya. Tak ma...

Riuh Kepak Sayap Kupu-kupu Bantimurung yang Berdendang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kepak sayap warna-warni kupu-kupu Bantimurung menyambut. Satu dua ekor melintas depan mata. Lalu lalang dengan sayap indahnya.

Tak ada yang berdiam. Membuat saya tak berdaya. Tak mampu megabadikannya dengan lensa.

Saya terus mengayuhkan langkah. Menapaki tiap blok batu alam yang licin. Mata saya terus awas.

Mengikuti tiap ekor serangga cantik ini berkepak. Saya terpesona saat melihat kepakan sayap berwarna orange berpadu hitam. Terbuka kemudian menutup lagi.

Bertengger indah di kaki bebatuan karst yang menjulang. Saya mendekatinya. Berdiam.

Menikmati indah sayapnya. Mengikuti iramanya membuka dan menutup. Kupu-kupu Nympalidae ini memesonaku. Yoma sabina adalah nama latinnya.

Pola sayapnya seperti ada garis kuning di sayap atasnya menjadi penanda ketika saya menjumpainya. Puas menikmati kemayu kepaknya, saya pun berlalu.

Saya akhirnya sampai di depan air terjun. Air terjun yang menjadi kebanggaan Kawasan Wisata Bantimurung ini. Air terjun yang memesona siapa pun pelancongnya. Termasuk pengelana Inggris, Alfred Russel Wallace, satu setengah abad silam saat bertandang, juga mengaguminya.

Airnya seperti busa. Terjun bebas dari ketinggian 20 meter. Air terjun ini unik karena berada di batuan gamping.

Dua menara karst mengapitnya. Seolah membelahnya, menciptakan koridor. Air terjun ini tak langsing seperti umumnya. Nampak malah terlihat bongsor. Bohai namun seksi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2