Iyakah, Kupu-kupu Asing Bertengger di Gerbang Bantimurung?

Klikhijau.com - Pernahkah ada yang bertanya: kupu-kupu jenis apakah yang menjadi ikon Kawasan Wisata Bantimurung saat ini? Terutama bagi mereka yang pernah berkunjung ke Bantimurung baru-baru ini. Ter...

Iyakah, Kupu-kupu Asing Bertengger di Gerbang Bantimurung?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pernahkah ada yang bertanya: kupu-kupu jenis apakah yang menjadi ikon Kawasan Wisata Bantimurung saat ini? Terutama bagi mereka yang pernah berkunjung ke Bantimurung baru-baru ini. Termasuk saya juga penasaran. Hingga kemudian melalui percakapan sesama pecinta kupu-kupu membuka mata saya.

"Benarkah gerbang Kawasan Wisata Bantimurung menggunakan Papilio machaon?" tulis Agus Shoumul Arof, seorang pemerhati kupu-kupu asal Gresik, membuka percakapan. Percakapan di suatu grup WhatsApp, grup kumpulan pemerhati kupu-kupu tanah air. Agus juga mengunggah sebuah foto sebagai bukti.

"Tidak kok, itu foto lama. Sekarang jadi Papilo blumei," sanggah Sukmawati Rewa, pemerhati kupu-kupu dari Bantimurung, Maros. "Rumah saya tidak jauh dari gerbang ini, hanya sekitar 500 meter," tambahnya.

"Kirain blumeinya diganti. Saya pernah lihat di Google sudak koyak. Kirain diganti dengan machaon. Syukurlah," balas Agus.

Tak lama berselang Agus kemudian mengunggah foto yang menunjukkan foto gerbang Bantimurung dengan Papilio machaon. Kemudian berkomentar, "Teman saya baru mengunjungi Bantimurung baru-baru ini, tahun 2019 ini juga. Foto di atas saya dapatkan dari story Instagramnya," tambahnya.

Sukma kemudian mengunggah sebuah foto gerbang Bantimurung. Hanya saja foto itu tampak dipotret dari belakang. Menunjukkan bahwa gerbang tersebut dengan Papilio blumei.

"Bisa jadi dua jenis kupu-kupunya, depan machao, belakang blumei," tulis Utan, pemerhati kupu-kupu dari Bogor.

Kenapa harus machaon

"Kalaupun mereka buat dua spesies kenapa harus machaon? Kenapa bukan spesies asli Indonesia. Lebih keren lagi jika spesies endemik Sulawesi, " timpal Agus prihatin.

"Kalau memang betul berarti yang buat tidak tahu tentang kupu-kupu dan sebarannya," balas Sukma, sapaan akrabnya.

"Kenapa bukan Papilo androcles jika mau tampil beda. Wallace saja sampai kagum dengan kupu-kupu endemik Sulawesi ini," komentar Utan.

Hingga tak lama kemudian Sukma menemukan video gerbang Bantimurung. Video singkat itu menunjukkan gambar gerbang depan dan belakang. Menunjukkan P. machaon dengan megah bertengger dengan warna dasar kuningnya yang kinclong.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2