Desa Samaenre Mendulang Rupiah dan Merawat Bumi dengan Jamur

Klikhijau.com - Menjelang siang saya telah tiba di Desa Samaenre, Mallawa, Maros. Kala itu awal Desember 2019. Hujan masih malu-malu bertandang. Masih enggan merintikkan bulir-bulirnya. Sayup-sayup...

Desa Samaenre Mendulang Rupiah dan Merawat Bumi dengan Jamur
Bacakan Artikel

Melihat perkembangan jamur Ismail, keuarga dekatnya juga tertarik. โ€œMertua dan Tante saya juga akhirnya berminat. Saya bantu mereka. Termasuk Andi Firdaus, ketua KTH Samber saat ini, juga mulai ikut budidayakan jamur waktu itu. Saat mulai produksi kami bisa hasilkan 15 kg per hari,โ€ kenangnya.

Petani jamur terus bertambah. Tak hanya di Samaenre, desa tetangga: Barugae dan Uludaya juga ikut budidayakan jamur. Waktu itu petani jamur sampai 10 orang. Sastra sampai kewalahan dengan produksi jamur dari petani jamur di Kecamatan Mallawa itu.

โ€œProduksi kami waktu itu menapai 20 kg per hari,โ€ kenangnya. Karena Sastra tak mampu Ismail pun mencari pembeli lain. Hingga bertemulah dengan Mardiah, pengusaha jamur yang beralamat di Desa Samangki, Simbang, Maros.
Perkenalan Ismail dengan Mardiah bermula saat Ismail mencari bibit jamur. Dari sanalah Ismail membeli bibit untuk meneruskan usaha budidaya jamurnya bersama keluarga dan tetangga terdekat.

Semua hasil produksi warga desa Samaenre dibeli Mardiah. โ€œAwalnya Mardiah lancar membeli jamur segar kami. Lama-lama pembayarannya tersendat-sendat,โ€ cerita Ismail. โ€œSampai sekarang pun Mardiah masih memiliki hutang dari kami. Saya ambil bibit saja untuk mengurangi sisa hutangnya,โ€™ tambahnya. Hingga kemudian di awal tahun 2017, Andi Subhan datang.

Dari sana juga Ismail bertekad untuk membuat bibit F0 sendiri. Tak mau bergantung dari orang lain. โ€œAlangkah baiknya jika bisa buat sendiri bibitnya. Memudahkan petani di desa untuk budidaya jamur,โ€ ujarnya suatu saat saya bertandang di Samaenre.

[irp]

Pilih Halaman: