Desa Samaenre Mendulang Rupiah dan Merawat Bumi dengan Jamur

Klikhijau.com - Menjelang siang saya telah tiba di Desa Samaenre, Mallawa, Maros. Kala itu awal Desember 2019. Hujan masih malu-malu bertandang. Masih enggan merintikkan bulir-bulirnya. Sayup-sayup...

Desa Samaenre Mendulang Rupiah dan Merawat Bumi dengan Jamur
Bacakan Artikel

Hingga akhirnya, penelitian Pak Amin dan kawan-kawan berakhir di taman nasional. Beberapa minggu berselang, Amin menepati janjinya: mengirim buku panduan budidaya jamur dan bibit jamur. Begitu senang Ismail menerima paket yang ditunggunya.

Dari sanalah Ismail kemudian menyisihkan waktunya belajar. Belajar tata cara membudidayakan jamur.
Muh. Syachrir yang menjabat sebagai Kepala Resor Mallawa kala itu tidak tinggal diam. Membantu Ismail yang sedang semangatnya belajar. Cai, sapaan akrabnya, mencari sejumlah referensi bagaimana budidayakan jamur. Termasuk mengunduhkan sejumlah video dari pencarian daring.

Setelah merasa cukup ilmu. Ismail kemudian memberanikan diri memulai dengan bermodalkan peralatan seadanya.. Membuat baglog, mensterilkan hingga menyimpan media di bawah kolom rumah panggungnya.

Sebulan kemudian nampak baglog memutih. Pertanda bahwa jamurnya tumbuh. Beberapa minggu kemudian membuahkan hasil. โ€œSaya sangat senang waktu itu. Bisa panen jamur,โ€ cerita Ismail semangat.

โ€œHampir setiap hari waktu itu kami makan jamur tiap kali kami bertandang ke Samaenre. Rasanya puas menikmati jerih payah sendiri,โ€ Cai bercerita.

Kumbung mini milik Ismail terus berproduksi. Jadi hampir setiap hari mereka makan jamur. Ia lalu membagikan juga ke tetangga-tetangga. Semua senang.

Karena sudah bisa berproduksi, Ismail semangat terus membuat baglog baru. Hingga bibit pemberian Pak Amin menipis.

Petani jamur terus bertambah

โ€œSaya kemudian mencari tahu di mana tempat membeli bibit jamur. Saya akhirnya tahu Pak Sastra di Camba,โ€ kenangnya. Ismail membeli bibit jamur dari Sastra seharga Rp. 25.000,- per botol. Harganya yang cukup mahal.
โ€œSaya lama-lama juga merasa bosan makan jamur kalau tiap hari. Saya akhirnya bawa ke pasar. Satu kantung waktu itu saya jual lima ribu rupiah,โ€ cerita Ismail.

[irp]

Produksi jamur mentah Ismail terus bertambah. Hingga kemudian Ismail mengontak Sastra. Kayuh bersambut Sastra mau membeli jamur mentah produksinya seharga Rp. 20.000,- per kilogramnya. Ismail bisa memproduksi jamur 3-5 kg setiap harinya. Lumayan menambah penghasilannya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: