Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Prof. Emil Salim Serukan Pembangunan Holistik

Klikhijau.com — Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future", tokoh lingkungan hidup nasional sekaligus Pembina Yayasan KEHATI,...

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Prof. Emil Salim  Serukan Pembangunan Holistik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com — Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future", tokoh lingkungan hidup nasional sekaligus Pembina Yayasan KEHATI, Prof. Emil Salim kembali menyuarakan urgensi perubahan mendasar dalam model pembangunan di Indonesia.

Beliau mengungkapkan kecemasannya terhadap pola pembangunan nasional saat ini yang cenderung meniru model dari negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, dan Jepang, tanpa memperhitungkan perbedaan kondisi alam khatulistiwa yang mendasar.

Menurut Prof. Emil Salim, alam Indonesia memiliki karakteristik yang senantiasa hidup dan sangat berbeda dengan alam di negara-negara empat musim yang bisa "mati" saat musim salju. Beliau menekankan bahwa alam tidak boleh sekadar dipandang sebagai objek eksploitasi pasif, melainkan harus diperlakukan sebagai subjek.

“Cara mengolah alam itu bukan dengan alam itu sebagai obyek tadi tetapi bagaimana manusia itu tumbuh memanfaatkan alam tanpa merombak fungsi kehidupan alam itu,” jelas Prof. Emil Salim. Pemahaman ini didasari oleh teori interdependensi yang menuntut berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga industri, untuk mengelola alam dengan memperhitungkan kepentingan alam itu sendiri.

Sejalan dengan tema global tahun ini, Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos menegaskan bahwa alam adalah sumber inspirasi sekaligus solusi utama dalam menghadapi krisis iklim. Indonesia membutuhkan paradigma pembangunan baru yang menjadikan alam sebagai fondasi pembangunan dan bukan sekadar sumber daya untuk dieksploitasi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: