Berang-berang, Pemicu Konflik yang Memiliki Manfaat Ekologi Tersembunyi

Klikhijau.com - Berang-berang memiliki peran istimewa bagi lingkungan. Ia dikenal sebagai salah satu indikator lingkungan perairan yang sehat. Artinya di mana ada berang-berang, maka sudah dapat dipas...

Berang-berang, Pemicu Konflik yang Memiliki Manfaat Ekologi Tersembunyi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Berang-berang memiliki peran istimewa bagi lingkungan. Ia dikenal sebagai salah satu indikator lingkungan perairan yang sehat. Artinya di mana ada berang-berang, maka sudah dapat dipastikan lingkungan tersebut dalam keadaan baik-baik saja.

Mamalia karnivora ini tergolong ke dalam subfamili Lutrinae yang hidup di daerah lahan basah, khususnya di aliran sungai dan juga pinggir pantai.

Meski begitu satwa ordo Carnivora terkadang pula ditemukan hidup di sekitar danau, rawa-rawa, hutan mangrove, parit, hutan dataran rendah basah, hingga areal persawahan.

Berang-berang yang hidup di daerah pesisir membutuhkan air tawar untuk membersihkan ย garam dari tubuh, dan mereka juga butuh pinggiran yang bervegetasi, karena mereka butuh tempat untuk lari atau bersembunyi.

[irp]

Perlu diingat, ย semua berang-berang memiliki ekor yang kuat, tungkai yang pendek, dan sungut yang sensitif yang terdapat di sekitar moncong. Keberadaan sungut itu untuk membantunya dalam mendeteksi hewan mangsa.

Di dunia ini ada 13 spesies berang-berang. Meski berbeda spesies, morfologi tubuh mereka hampir sama. Mereka tersebar di Benua Eropa, Asia, Amerika, hingga Benua Afrika. Menariknya, berang-berang bisa satwa endemik di mana mereka hidup.

Di antara 13 spesies tersebut, empat di antaranya ada di Indonesia, yakni Berang-berang utara (Lutra lutra), Berang-berang bulu licin (Lutrogale perspicillata), Berang-berang cakar kecil (Aonyx cinerea) dan Berang-berang hidung berbulu (Lutra sumatrana).

Secara umum tubuh binatang semi akuistik ini tertutupi oleh rambutย  lebat yang terbagi menjadi dua lapisan. Rambut ini berfungsi sebagai alat untuk melindungi diri dari musuh.

Berang-berang termasuk ke dalam pemangsa puncak. Ia berada di rantai makanan paling atas, dan sangat terpengaruh terhadap faktor lingkungannya (Foster-Turley and Santiapillai, 1990).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: