SGB Tutup Tahun 2022 dengan Gebrakan Besar Paket Edukasi Lingkungan

oleh -29 kali dilihat
SGB Tutup Tahun 2022 dengan Gebrakan Besar Paket Edukasi Lingkungan
Para perwakilan guru Mizuiku yang hadir dalam acara peluncuran modul Mizuiku Teachers Guide, Training of Trainers, dan wisuda Mizuiku Squad 2022, mendeklarasikan komitmen mereka untuk menerapkan isi modul pada kegiatan yang diadakan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (Rabu, 14/12).

Klikhijau.com – Menutup tahun 2022 ini, Suntory Garuda Beverage (SGB) mengumumkan sekaligus tiga (3) gebrakan besar terkait dengan program Mizuiku, yaitu program edukasi pelestarian air bersih dan lingkungan untuk anak-anak sekolah.

Pertama, sebagai agenda tahunan, Mizuiku wisuda ribuan anak, guru dan sekolah yang telah menyelesaikan modul Mizuiku selama setahun terakhir. Termasuk menobatkan puluhan anak-anak Mizuiku Squad.

Kedua, mengadakan training of the trainers (ToT) bagi paling sedikit 1000 guru-guru sekolah di seluruh Indonesia. Sekitar 200 peserta mengikuti langsung ToT di Gedung Manggala Wanabakti, sisanya secara virtual.

Terakhir dan paling signifikan, Mizuiku akan meluncurkan Mizuiku Teachers Guide (MTG), yaitu modul panduan ajar pendidikan pelestarian air bersih dan lingkungan bagi guru-guru sekolah.

KLIK INI:  Sekolah, Tempat Efektif Memulai Pendidikan Lingkungan

Neeraj Kumar Goyal, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, PT Suntory Garuda Beverage, mengatakan, sejak Mizuiku masuk ke Indonesia pada tahun 2019, Mizuiku telah berhasil merekrut hampir 30.000 anak, lebih dari 2.500 guru, dan lebih dari 250 sekolah Adiwiyata dari seluruh Indonesia.

“Ini menunjukkan seberapa besar komitmen kami untuk mengimplementasikan program Mizuiku di tanah air. Kini, hari ini, dengan bangga kami mempersembahkan Mizuiku Teachers Guide (MTG), buku panduan bagi guru tentang konservasi air bersih yang memberikan panduan praktis tentang konsep, perencanaan, media dan penilaian konservasi air,” katanya.

Neeraj menambahkan, ada dua set modul untuk mengakomodasi masing-masing fase belajar siswa, satu set bagi guru-guru anak usia 5 sampai 8 tahun dan satu set lagi untuk guru anak usia 9 sampai 12 tahun. Setiap set berisi empat topik, yang mewakili bidang pembelajaran utama Mizuiku.

“Keempat area tersebut adalah Lindungi Daur Air; Mencegah Pencemaran Air; Menghemat Air dengan Menanam Pohon; dan yang tak kalah pentingnya, Jaga Kebersihan Air dengan Memilah dan Mengelola Sampah,” tambahnya.

KLIK INI:  Lebih Dekat dengan Taman Kehati, Pengertian, Manfaat, dan Tujuannya

Harumichi Seta, General Manager Sustainability Management Division, Suntory Holding Japan, mengatakan, pihaknya memahami bahwa bagian yang paling menantang dari pendidikan lingkungan adalah mengajarkan nilai-nilai lingkungan dengan cara yang mudah dipahami.

“Oleh karena itu, perhatian khusus diperlukan terhadap metodologi pengajaran untuk pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu lingkungan. Misalnya, pada tingkat dasar, pendekatan pembelajaran visual dan kreatif sangat efektif bagi anak-anak untuk memahami konsep dasar lingkungan,” katanya.

Harumichi Seta menambahkan betapa penting untuk memudahkan para guru semua menyampaikan ajaran tentang pelestarian air bersih dan lingkungan hidup kita kepada anak-anak. Mizuiku Teachers Guide sendiri dirancang dengan konsep untuk mempermudah para guru tersebut, membekali mereka dengan pengetahuan dan kemampuan mengajar topik lingkungan dengan baik.

Ade Palguna, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, mengatakan dalam rangka mencapai tujuan untuk mengurangi efek kerusakan lingkungan, maka pengetahuan tentang bagaimana menjaga kelestarian air bersih dan lingkungan tentunya perlu diketahui oleh seluruh institusi pendidikan.

KLIK INI:  Suntory Garuda Kembangkan Modul Pendidikan Lingkungan untuk Anak di Masa Pandemi

“Kami percaya, edukasi merupakan salah satu cara terbaik untuk melestarikan lingkungan kita. Dengan demikian, pendidikan bagi anak-anak pastinya tidak bisa dipisahkan dari peran guru sebagai pendidik mereka. Mereka memegang peran penting dalam mendidik anak tentang konservasi, pelestarian, dan kepedulian lingkungan kepada para siswa. Mereka membentuk karakter dan kepribadian anak-anak sedini mungkin,” katanya.

“Maka dari itu, kami sangat bersyukur dengan diluncurkannya modul Mizuiku Teachers Guide dan penyelenggaraan Training of the Trainers (toT). Modul panduan mengajar dan sesi pelatihan untuk membekali guru-guru ilmu yang lebih dalam, merupakan solusi bagi lingkungan dan dalam mendidik generasi penerus bangsa.”

Dr. Muhammad Hasbi, S.Sos, M.Pd, Direktur Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengatakan, dengan Mizuiku Teacher Guide, guru dapat mengeksplorasi berbagai cara dalam menyampaikan materi tentang pelestarian air bersih dan lingkungan kepada siswa mereka.

“Kami berharap para guru dapat terinspirasi, dan kemudian menginspirasi para siswa untuk lebih peduli terhadap air bersih dan lingkungan. Misalnya, buku tersebut akan menginspirasi para guru untuk mengenalkan konsep dan manfaat daur ulang. Para guru dapat membuat sesi diskusi atau bahkan debat di dalam kelas dengan topik isu-isu lingkungan untuk mendorong siswa berani berpendapat.

KLIK INI:  KLHK Ajak Masyarakat Kedepankan Gotong Royong Sebagai Budaya Bangsa

Menurut Hasbi, metodologi ini sangat efektif untuk membuat siswa memahami bahwa kita semua akan terkena dampak lingkungan tanpa terkecuali, sehingga setiap individu perlu berkontribusi. Atau membawa siswa belajar ke luar kelas.

“Tidak ada cara yang lebih baik untuk menanamkan rasa hormat terhadap alam selain mendorong siswa untuk menghabiskan waktu dengan alam. Kunjungan ke taman kota, pedesaan, sungai, gunung, tepi danau, hutan bakau, dan hutan berpengaruh besar untuk merubah pandangan mereka tentang alam.”

Modul Mizuiku Teachers Guide adalah hasil kerja sama selama 12 bulan dan masih terus berlangsung hingga kini, oleh berbagai pihak yang tak terhitung jumlahnya, dari pakar pendidikan lingkungan, ahli bahasa, perwakilan dari Kementerian dan Dirjen terkait, psikolog anak hingga editor berpengalaman, bekerja sama mengembangkan modul panduan mengajar bagi para guru ini.

KLIK INI:  Pembalak Liar Hutan Mangrove Diringkus Gakkum KLHK di Langkat Sumut