Telkom Bakal Memiliki Data Center Ramah Lingkungan

oleh -28 kali dilihat
PT Telkom
Telkom-foto/b.cloudcomputing

Klikhijau.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom. Saat ini memiliki target yang berpihak pada lingkungan.

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sedang menargetkan akan memiliki data center berbasis energi biru yang efisien dan ramah lingkungan pada 2024 mendatang.

“Kita akan buktikan, pada 2024 pertengahan paling lambat data center berbasiskan energi biru dan ramah lingkungan akan ada di Indonesia,” Ujar Direktur Wholesale & Intenational Service Telkom, Bogi Witjaksono, dalam keterangannya di Jakarta belum lama ini.

Menurut Bogi, untuk membangun data center dengan teknologi energi terbarukan dan green energy, Telkom bekerja sama dengan Medco dan PLN untuk mendistribusikannya nanti.

KLIK INI:  IDOLA Bangkitkan Semangat Masyarakat Tinggimoncong

Selain itu, Telkom telah bermitra dengan Singtel yang telah lama berpengalaman mengelola pusat data di Singapura. Selain itu, Bogi mengatakan Indonesia membutuhkan setidaknya 1.200 MW atau 1,2 GW pusat data tahun 2030 karena faktor demografi.

“Ke depannya semakin tinggi kemampuan computing dari penghuni data center yang dalam hal ini adalah pemain digital, maka membutuhkan energi yang sangat besar. Untuk itu, para pemain digital tersebut membutuhkan energi yang efisien dan hijau (green),” imbuh dia.

Menurut Bogi, untuk membangun Data Center dengan teknologi energi terbarukan dan green energy itu, Telkom bekerja sama dengan Medco dan PLN untuk distribusinya nanti.

KLIK INI:  Dengan 3 Hal Ramah Lingkungan Ini, Social Distancing Jadi tetap Bahagia

Selain itu, Telkom juga bekerja sama dengan Singtel yang telah memiliki pengalaman lama dalam pengelolaan data center di Singapura.

“Bersama-sama, kedua pihak siap menangkap potensi kebutuhan spillover demand yang berasal dari Singapura dan sekitarnya, selain juga untuk memenuhi kebutuhan domestik di Indonesia,” kata Bogi.

Lebih lanjut Bogi mengatakan, karena faktor demografi, Indonesia membutuhkan setidaknya 1.200 MW atau 1,2 GW pusat data pada tahun 2030.

KLIK INI:  Bantuan Perawatan Satwa Mengalir ke Lembaga Konservasi

Peluang ini dinilai sangat besar yang harus diambil Telkom untuk menjadi bagian dari pemain dominan dan membangun pusat data ekosistem dengan cepat.

“Semua lini kehidupan kita itu ke depan akan menjadi terkoneksi secara digital. Basis datanya diperkirakan dari IoT maupun devices itu jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan kita sekarang yang ada di broadband biasa. Telkom sebagai agen pemerintah dalam hal digitalisasi harus berpikir beyond, tidak hanya membangun data center tapi lebih ke membangun ekosistemnya demi membangun negeri ini untuk digital sovereignty (kedaulatan digital),” tutupnya.

KLIK INI:  Catat, Jadwal Nicholas Saputra Berbicara tentang Satwa Liar di Indonesia!