2014. Suatu ketika entah bagaimana Raka tiba-tiba mengingat suatu peristiwa.
Tag: #sastra hijau
Kupu-Kupu di Kepala
Sebagai Rerumputan ban mobil bekas itu kau bawa ke
Aku Masih Suka Duduk di Dekat Jembatan Tua
aku masih saja suka duduk di dekat jembatan tua. bukan
Mata Air pada Air Mata
Mata Air pada Air Mata aku lihat batas hujan
Pohon Kehidupan
Kakiku basah oleh air mataku sendiri. Aku berjalan sambil menunduk.
Menyatu Bumi
Kabut mengepung. Sore hampir pamit. Gerimis tiba dengan lembut. Di
Pohon Air Mata
Pohon Air Mata Pohon sengon di hulu sungai yang
Kopi Hilang di Meja Warkop
Sungai itu Mengalir ke Mata sungai balantieng mengalir hingga
Setangkai Bunga Surga
Langit Soppeng bergaris kelabu dan merah muda aneh yang meluntur–sebelumnya
Yang Berjalan ke Ujung Lorong
Yang Berjalan ke Ujung Lorong lelaki itu berjalan ke
Kahayya (kisah dalam kisah)
Berjalanlah ke arah tidurnya matahari! Ikuti jalan yang baru diaspal
Warani
Suara ribut di ruang dapur lain dari biasanya. Serupa ada
Kunang-kunang di Mata Vhy
Ribuan kunang-kunang telah hijrah ke matanya. Itu menandai jika tak
Tanah Duka, Tanah Luka
Duka di Tanahmu, Tanahmu Luka Di tanahmu pepohonan telah
- 1
- 2
- 3
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














