Kopi Hilang di Meja Warkop

oleh -80 kali dilihat
Ilustrasi perempuan menyeruput kopi
Ilustrasi perempuan menyeruput kopi/foto-pngtree.com
Irhyl R Makkatutu

Sungai itu Mengalir ke Mata

 

sungai balantieng mengalir hingga ke matamu. bawa batu-batu, pasir, dan akar kayu, juga daun-daun tak mengering. di matamulah semua berakhir jadi masa lalu

bukit-bukit tatapi donggia dengan pucat. bambu betung di pinggir jurang itu telah jadi dangau. tempat para petani menjaga jagung, kopi, sayuran, dan juga napasnya.

orang-orang asing beraroma kini, di sabtu sore meraung-raungkan motornya. membawa tenda, karpet, dan buku agenda di kepalanya.

mereka berbondong ke barat, ke donggia, ke sungai balantieng, menghanyutkan apa saja dalam kepalanya, juga isi perutnya.

setelahnya mereka pulang, menuju laut—menikmati apa yang dihanyutkannya dengan rasa lapar dan haus kering

Kindang, Desember 2022

KLIK INI:  7 Novel Indonesia yang Memakai Metafora Alam sebagai Judul

Sarabba di Meja Tamu

 

segelas sarabba dan pisang goreng diletakkan kenangan di meja tamu
meja yang bersepi-sepi setiap pagi
sejak hujan kadang-kadang mulai tiba dengan pertanyaan-pertanyaan

aku duduk menghadapi meja di ruang tamu itu
bersepi-sepi sendiri
hujan tiba dengan riang, menabuhkan diri di atap seng yang cokelat kehitaman

tak ada tetangga akan bertamu bila hujan
sejak obat flu banyak dijual di kakilima
orang-orang mulai takut pada hujan

hujan pagi selalu membawa segala perihal
sungai yang meluap, kali yang tersumbat
banjir yang merampas tulisan surat cinta para tetua
pohon yang memisahkan diri dari akarnya
dan, rindu yang meliar ke kepala

segelas sarabba itu, kubuat semalam
dari jahe yang mengendap-endap tumbuh di samping rumah
di bawah pohon pisang yang buahnya menemaninya di atas meja tamu pagi ini

pagi kini menghilangkan harapan
dan mendatangkan kecemasan

hujan tetiba menderas
aku menarik selimut
mendengar gemuruh di kali depan rumah

aku menatap sepi di mata sendiri, cemas mencemaskan

Kindang, Desember 2022

KLIK INI:  Mencicipi 7 Pantun dari Tri Astoto Kodarie yang Bernuansa Alam

Kopi Hilang di Meja Warkop

 

bunga kopi berguguran sebelum tahu cara menjadi buah
sejak musim lari dari prediksi para tetua
kopi mulai lupa cara berbuah bagaimana

di sebuah warkop di tengah kota
sepasang kekasih berselfie ria
pamerkan dua gelas kopi susu yang belum diaduk
mereka menyelam ke mata masing-masing
memetik kopi dalam pikirannya

ketiadaan kemarau dan panjangnya rintik hujan
meniadakan buah kopi
lebah berdengung-dengung mengenaskan
madu semakin mengering dalam sarangnya

beburung penghisap nektar
berkicau serak di reranting kopi
mata meredup

kopi akan segera menghilang dari meja tamu
dari meja warkop, segera, bahkan sebelum kau sempat membaca puisi ini

Kindang, Desember 2022

KLIK INI:  Simak 5 Sajak dari Penyair Arab yang Mengeksplorasi Alam Raya