Mengira Bumi aku selalu menganggapmu bumi, tempat tumbuh segala
Tag: #puisi dan ekologis
Menghapus Pohon di Kepala
Mencari Longsor di Mata Ayah hujan tak mengizinkan keluar
Cinta Ini Pohon-Pohon
Cinta Ini Pohon-Pohon cinta ini pohon-pohon. serap polusi udara
Beburung di Matamu
Beburung di Matamu apakah burung-burung di kotamu masih bertengger
Pohon dalam Lukisan
Pohon dalam Lukisan malam tiba dan semua kembali jadi semula
Hutan dari Jendela Masa Depan
Nama Lain dari Puisi Puisi adalah nama lain dari
5 Puisi Wiji Thukul Berdiksi Alam dengan Napas Perlawanan yang Kuat
Klikhijau.com – Wiji Thukul menghilang entah ke mana pada tahun
Bagaimana Cara Pepohonan Makan?
Riwayat Pohon-Pohon Dalam dua bola mata kecil kanak-kanakmu Pepohonan
Dari Mana ke Mana?
Dari Mana ke Mana? dari mana sampah-sampah itu berasal?
Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu
Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu Angin bulan Desember
Pada Lorong di Kotamu
Pada Lorong di Kotamu aku jadi lupa lorong-lorong di
Nama pada Masa Depan
Di Gelas Teh Mana Kita Minum Kelak segelas teh
Perempuan yang Berjalan di Gelombang
Perempuan yang Berjalan di Gelombang tibalah daun itu pada
Pada Nama Kecilmu
Pada Nama Kecilmu mulailah aku kupasi pisang. menuangnya ke
- 1
- 2
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













