Bagaimana Cara Bidara Laut Mencegah Longsor?

Publish by -26 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Bagaimana Cara Bidara Laut Mencegah Longsor?
Pohon bidara laut/foto-Ist

Akar pohon bidara laut yang kuat dipercaya bisa mencegah terjadinya longsor

Klikhijau.com – Bidara laut, sejujurnya saya baru mengetahuinya pagi ini jika ada nama tanaman seperti itu.

Pun saya baru tahu jika tanaman tersebut bisa diandalkan untuk mencegah longsor. Kita semua tahu, jika musim hujan, tanah longsor sangat sering menjadi ancaman.

Untuk mencegah terjadinya longsor memang diperlu upaya ekstra. Menanam pohon dianggap hal paling baik. Semisal yang baru-baru ini dilakukan Polsek Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai yang melakukan penanam pohon di jalan poros Sinjai-Malino yang jadi lokasi langganan longsor.

Iya, pohon menjadi salah satu cara yang dianggap ideal untuk mencegah tanah bergeral liar meresahkan. Karena akar pohon bisa berperan penting menguatkan tanah dan mencegahnya untuk longsor.

KLIK INI:  Sampah, Ancaman Nyata bagi Dunia Wisata

Peranan akar pohon menurut Dr. Budi Hadi Narendra dari Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, sebagai pengcekeraman juga dapat memberikan kestabilan tanah pada lereng. Meski tetap bergantung pada faktor lain seperti sistem morfologi, penguatan, distribusi akar, dan interaksi antara akar dan tanah.

Cocok untuk Soil Bioengineering

Salah satu jenis tanaman yang direkomendasikan untuk mencegah longsor adalah bidara laut atau Strychnos lucida adalah salah satu anggota famili Loganiaceae yang memiliki akar yang kuat.

Di daerah Bugis, bidara laut dikenal dengan nama aju mapai (kayu pahit). Berdasarkan hasil penelitian Dr. Ogi Setiawan di tahun 2012, perakaran tanaman bidara laut sesuai untuk upaya pengendalian longsor.

“Bidara laut termasuk yang cocok untuk ditanam di daerah rawan longsor karena selain perakarannya sesuai, jenis pohon ini ukurannya juga tidak besar sehingga tidak terlalu membebani lereng,” ungkap Budi

Menurutnya, biadara laut cocok digunakan untuk teknik soil bioengineering dalam mencegah terjadinya longsor.

“Metode ini relatif lebih murah daripada rekaya geoteknik berupa perkuatan tanah dengan konstruksi sipil teknis. Soil bioengineering juga bisa dikombinasikan dengan bangunan konstruksi,” kata Budi Selasa, 21 Januari 2020.

Khusus tanaman bidara laut, telah terbukti potensial untuk proses rehabilitasi lahan kritis sekaligus upaya mitigasi bencana longsor di tanah-tanah lereng. Namun, menurutnya, tanaman tersebut sebaikanya dikombinasikan dengan jenis tanaman lainnya.

KLIK INI:  Parah, Banyak Kerusakan Lingkungan dari Aktivitas Pertambangan
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!