Polusi Udara Dapat Turunkan Jumlah Telur dalam Ovarium Wanita

oleh -102 kali dilihat
Polusi Udara Dapat Turunkan Jumlah Telur dalam Ovarium Wanita
Ilustrasi ovarium wanita/foto-Kompas Lifestyle
Irhyl R Makkatutu

Polusi udara mulai mengancam kelahiran manusia.

Klikhijau.com –  Ancaman polusi udara kian menjalar. Tak hanya mempengaruhi paru-paru dan pernapasan. Lebih dari itu, telah sampai pada tinggkat ancaman bagi kelahiran manusia.

Kenapa demikian, sebab pada penelitian Chinese University of Hongkong pada tahun 2017 silam menunjukkan bahwa polusi udara mampu turunkan tingkat kesuburan pada pria.

Penelitian tersebut mengungkapkan, pria yang tinggal di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi memiliki kualitas sperma lebih rendah. Berbeda dengan pria yang tinggal di daerah dengan tingkat pencemaran udara rendah.

KLIK INI:  Banyak Anak, Bikin Wanita Awet Muda, Mitos atau Fakta?

Rupanya polusi udara tak hanya mempengaruhi kualitas sperma pria.  Penelitian terbaru menunjukkan kualitas udara juga dapat menurunkan jumlah telur dalam ovarium wanita.

Faktor lingkungan telah lama diketahui  memengaruhi sistem reproduksi manusia. Telah banyak banyak penelitian mengaitkan jumlah sperma yang rendah dengan indikator lingkungan. Namun, masih sangat sedikit yang meneliti kaitannya dengan ovarium.

Pertama kalinya dibahas

Studi terbaru tersebut, dipresentasikan di Masyarakat Reproduksi dan Embriologi Manusia Eropa. Itu  yang pertama kali melihat prevalensi telur dan bukan hanya kesuburan.

Seperti yang ditulis Lucienne Cross,  di inhabitat.com, peneliti Italia mengumpulkan sampel hormon dari 1.300 wanita Italia. Mereka lalu membandingkan kadar hormon AMH mereka dengan metrik kualitas udara.

Sementara itu, Richard Anderson, seorang profesor ilmu reproduksi klinis di University of Edinburgh mengungkapkan jika wanita yang tinggal di daerah berpolusi tinggi ada pengurangan aktivitas ovarium.

“Ini memang menunjukkan pengurangan dalam aktivitas ovarium pada wanita [tinggal di daerah dengan polusi udara yang tinggi],” katanya.

KLIK INI:  Kualitas Sperma Pria Dipengaruhi Polusi Udara

Para peneliti menemukan, kadar hormon AMH yang lebih rendah dikaitkan dengan indeks polusi udara yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa polusi udara dapat dihubungkan ke jumlah telur yang lebih rendah di ovarium.

Namun, para peneliti juga mengakui, seringkali polusi udara terkonsentrasi di daerah-daerah dengan pendapatan rendah dan masalah keadilan lingkungan lainnya. Oleh karena itu, ada kemungkinan faktor perancu juga berdampak pada indung telur wanita di daerah-daerah ini.

Studi ini juga tidak mengukur paparan langsung terhadap polusi udara. Hanya paparan tidak langsung melalui indeks polusi udara rata-rata di alamat rumah peserta.

“Tinggal di daerah yang terkait dengan tingginya tingkat polutan udara dalam penelitian kami meningkatkan risiko berkurangnya cadangan ovarium dengan faktor dua atau tiga,” kata Dr. Antonio La Marca yang memimpin penelitian.

Studi lain juga menghubungkan kualitas udara dengan kesehatan reproduksi wanita. Termasuk satu studi yang menghubungkan polusi dengan siklus menstruasi  yang tidak teratur.

KLIK INI:  Udara Kotor Saat PPKM Meningkat, Gugatan Polusi Jakarta Masih Terbengkalai