Pengalaman Mengamati Burung Kacamata Laut yang Memikat Hati

Klikhijau.com - Suatu pagi di hari libur, saya menikmati hari yang lapang. Hari yang terbebas sementara dari hiruk-pikuk dunia kerja. Karenanya pagi buta itu, saya mengajak bocah kecil berkeliling kom...

Pengalaman Mengamati Burung Kacamata Laut yang Memikat Hati
Bacakan Artikel

Sesekali Saya melihat si bocah. Mengawasinya. Ia masih asyik bermain sendiri.

Tak lama kemudian si kacamata pun menjauh. Mencari rezekinya di tempat lain.

Umumnya burung aktif pada pagi hari. Setelah beristirahat semalaman, pagi-pagi sekali mereka keluar dari pohon tidurnya.

Sebelum aktif mencari makan, terkadang mereka suka membersihkan diri, juga berjemur. Mengeringkan sayap.

Ada kutipan yang mengatakan: โ€œJika ingin mendengar suara burung, tanamlah pohon.โ€ Saya sangat setuju. Apalagi kompleks saya, juga memerhatikan hal ini. Pemilik properti telah menanam pohon sepanjang jalan dalam kompleks. Pemilik rumah cukup memeliharanya.

Saya mempertahankan pohon yang berada di depan rumah. Meski beberapa tetangga, ada yang memotongnya dengan berbagai alasan.

Bagi saya pribadi, sebatang pohon mampu memberi kesejukan. Ciptakan iklim mikro. Belakangan saya juga sadar bahwa pohon tanjung (Mimusops elengi) yang berada depan rumah kerap menjadi tempat mencari makan ataupun sekedar beristirahat beberapa burung. Bahkan satwa lain pun kerap saya jumpai bertandang. Kupu-kupu, tawon, hingga capung juga berkeliaran di sekitar pohon peneduh ini.

Mari menanam pohon biar kicauan burung bisa kita dengar setiap pagi. Kicauan yang bisa menjadi penyemangat di pagi hari. Tak perlu memelihara burung. Cukup menikmati saja cipta yang Kuasa ini di alam. Agar mereka mampu berperan bagi lingkungan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: