Kabar Baik, Bulu Binatang Perlahan Ditinggal oleh Industri Fesyen

Klikhijau.com – Industri fesyen, sebuah dunia terus bergerak. Mereka terus saja melakukan terobosan untuk menciptakan dan menghadirkan pakaian yang baru dan tren. Tidaklah mengherankan, jika indust...

Kabar Baik, Bulu Binatang Perlahan Ditinggal oleh Industri Fesyen
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Industri fesyen, sebuah dunia terus bergerak. Mereka terus saja melakukan terobosan untuk menciptakan dan menghadirkan pakaian yang baru dan tren.

Tidaklah mengherankan, jika industri ini menjadi salah satu industri yang cukup disorot, termasuk dalam hal kerusakan lingkungan hingga binatang.

Bahkan beberapa merek fesyen, tidak hanya menggunakan kain sebagai produk mereka, tetapi juga kulit hingga bulu binatang.

Kulit binatang adalah bahan yang cukup kuat digunakan untuk produk fesyen. Demikian juga dengan bulu binatang. Sehinga banyak menjadikannya sebagai bahan utama untuk mnghasilkan produk berkualitas.

Namun, ada hal berbeda yang dilakukan oleh merek fesyen terkenal asal Italia, Dolce & Gabbana. Mereka belum lama ini mengumumkan akan berhenti menggunakan bulu binatang dalam produknya.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilisnya,  perusahaan itu mengatakan akan beralih ke opsi bulu palsu yang lebih ramah lingkungan.

“Dolce & Gabbana bekerja menuju masa depan yang lebih berkelanjutan yang tidak dapat memikirkan penggunaan bulu hewan ,” ungkap Fedele Usai. Dia adalah petugas komunikasi dan pemasaran Dolce & Gabbana.

Mulai ditinggalkan merek terkenal

Merek terkenal ini,  sekarang telah bergabung dengan rumah mode terkemuka lainnya yang telah meninggalkan penggunaan bulu binatang. Merek-merek itu di antaranya Armani, Gucci, Prada dan Moncler.

“Seluruh sistem fesyen memiliki peran tanggung jawab sosial yang signifikan yang harus dipromosikan dan didorong,” tambah Usai.

Mereka meninggalkan penggunaan bulu binatang karena mengikuti tekanan dari kelompok hak-hak binatang . Upaya itu membuat merek fesyen terkenal tak lagi menggunakan bulu binatang sebagai produknya itu.

Berkat kampanye oleh Fur Free Alliance, yang merupakan jaringan kelompok hak-hak binatang dari seluruh dunia, maka banyak yang mulai meninggalkan bulu binatang sebagai produknya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2