Lebih Dekat dengan Material yang Mendukung Produk Sustainable

oleh -28 kali dilihat
bambu di Toraja,
Hutan bambu-foto/pixabay

Klikhijau.com – Produk sustainable atau produk berkelanjutan telah lama berdampingan dengan manusia. Kehadirannya menjadi saksi dan bukti peradaban.

Tidak terlalu sulit untuk melihat bagaimana produk berkelanjutan telah menghiasai kehidupan manusia tempo dulu.

Jika kamu pernah menonton film-film kolosal berlatar kerajaan, kamu akan temukan produk yang berkelanjutan yang digunakan oleh para aktornya.

Film, meski dianggap masuk ke ranah fiksi, tapi penggambaran latar dan properti yang digunakan bisa jadi gambaran yang nyata bagi penonton tentang produk-produk yang digunakan pada zaman dulu.

KLIK INI:  10 Tips Hemat Kertas di Tempat Kerja

Pada novel-novel klasik pun, para pembaca akan menemukan produk yang berkelanjutan yang biasa digunakan oleh para tokohnya. Itu tanda bahwa sesungguhnya hal tersebut telah lama menemani manusia melakukan berbagai aktivitasnya.

Atau jika kamu mengunjungi sebuah kampung, kamu juga akan temukan produk-produk yang diambil dari alam—yang bahan bakunya mudah berganti.

Saat ini, produk sustainable kembali dilirik di tengah maraknya produk yang bisa membawa bencana bagi lingkungan. iya, banyak yang mulai kembali memproduksi material yang menunjang keberlanjutan atau sustainable.

Memproduksi dan menggunanak produk sustainable boleh dibilang menunjukkan satu sikap yang bertanggung jawab dan berpihak pada kelestarian bumi.

Ada beberapa bahan atau material yang bisa digunakan untuk menghasilkan produk berkelanjutan, di antaranya:

  • Kayu

Material kayu telah lama digunakan manusia. Kayu merupakan material yang paling banyak digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan produk sustainable, mulai dari meja, kursi, hiasan dinding hingga tempat tidur.

Warna kayu yang khas menjadi daya pikat tersendiri jika diolah jadi sebuah produk. Selain itu kayu adalah sumber daya alam yang bisa diperbaharui dan diolah kembali.

Jika produk yang digunakan dari kayu telah rusak, bisa dibuang ke lingkungan tanpa mencemarinya. Jika pun dibuang, ia bisa menjadi pupuk organik yang akan menyuburkan tanah.

  • Bambu

Bagi profesi tertentu, bambu tak bisa dipisahkan dari kehidupannya, semisal petani cengkih, bambu adalah kebutuhan yang penting untuk memetik cengkih yang tingginya puluhan meter. Bambu ini dijadikan sebagai tangga untuk memetik buahnya.

Tumbuhan ini juga merupakan produk berkelanjutan mudah tumbuh dan juga mudah ditemukan, pun harganya cukup terjangkau.

Bambu bisa diolah menjadi berbagai macam produk, mulai dari topi, gelas, pakian hingga kerajinan tangan lainnya.

Sifat bambu yang mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan adalah pilihan tepat jika ingin menghasilka produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

KLIK INI:  Sampah Skincare jadi Problem Baru, Bagaimana Cara Mengolahnya?
  • Rotan

Menurut catatan Kementerian Perindustrian, negara kita ini memasok 80 persen kebutuhan rotan dunia.

Rotan adalah bahan furnitur yang masuk ke dalam kategori hasil hutan bukan kayu. Cara pengambilannya pun tidak merusak hutan.

Sifat rotan yang luntur dan mudah dibentuk serta tahan lama membuatnya disukai oleh para desainer. Rotan merupakan pilihan bijak jika kamu ingin menghasilkan produk berkelanjutan untuk kreasimu

  • Materi daur ulang

Harus diakui, kita sedang dikepung oleh berbagai material yang sulit terurai. Hal itulah yang membawa ancaman yang serius bagi lingkungan.

Apalagi banyak yang terbuang ke lingkungan, khususnya material plastik. Namun, bukan berarti material ini tidak bisa didaur ulang menjadi produk yang kembali memiliki manfaat.

Semisal jersey sepak bola, banyak klub yang menggunakan jersey dari hasil daur ulang plastik. Karena itulah jika kamu ingin menghasilkan produk berkelanjutan maka kamu bisa memulainya dari bahan sampah yang didaur ulang.

Selain bahannya melimpah, harga bahan bakunya juga bisa lebih ramah bagi dompet

  • Tanah liat

Penggunaan material tanah liat sebagai bahan produk sustainable sesungguhnya telah sangat lama digunakan oleh manusia.

Jika kamu menonton serial Dirilis Ertugrul atau Kurulus Osman, kamu bisa temukan bagaimana produk dari tanah liat menghiasi kehidupan orang-orang Turki jauh sebelum Dinasti Turki Usmaniyah berdiri.

Tanah liat, hingga saat ini masih menjadi bahan kriya yang banyak digunakan. Material tanah liat jika terbuang ke lingkungan tak akan menimbulkan masalah, sebab kembali kepada asalnya dan bisa kembali menyatu menjadi tanah.

Nah, jika kamu ingin memulai memproduksi barang yang berpihak pada lingkungan, kamu bisa memulainya dengan material yang telah diuraikan di atas. Selamat mencoba!

KLIK INI:  Nada Peradaban dengan Nuansa Bambu di Desa Toddopulia Maros