Kebun Binatang Surabaya Berhasil Tetaskan 74 Telur Komodo

oleh -249 kali dilihat
Anak komodo yang baru ditetaskan di KBS
Anak komodo yang baru ditetaskan di KBS/ Foto-Jee, INI-Network
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Kabar mengenai komodo yang terancam punah menggelisahkan saya, apalagi ada kabar lain pula yang mengatakan Pulau komodo akan ditutup. Dua kabar itu selain menggelisahkan, juga menyedihkan bagi saya. Sebab sejak setahun lalu, saya telah merencanakan akan ke Pulau Komodo bersama seorang kawan.

Namun, kesedihan dan kegelisahan itu sedikit terobati dengan kabar yang say abaca dari Indonesiainside.id. situs daring tersebut mengatakan jika di Kebun Binatang Surabaya (KBS) koleksi komodonya bertambah (saya baru tahu jika di Surabaya ada komodo).

Bertambahnya jumlah komodo  setelah Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa KBS (pengelola KBS), berhasil menetaskan 74 telur komodo. Dengan tambahan ini, jumlah komodo di KBS kini 142 ekor.

KLIK INI: Lagi, Karena Ulah Manusia Ribuan Spesies Binatang Berisiko Punah

Menurut Direktur Utama PD Taman Satwa KBS, Chairul Anwar, proses penetasan telur komodo ini berlangsung mulai Januari hingga Februari 2019. Sebanyak 74 telur yang menetas ini dari tujuh indukan komodo yang juga koleksi KBS.

“Telur-telur itu menetas setelah diinkubasi pada Juli hingga Agustus 2018, lalu menetas di periode Januari hingga Februari 2019,” ungkapnya, seperti diberitakan indonesiainside.id, Selasa, 5 Maret lalu..

Chairul menuturkan bahwa penetasan 74 ekor komodo ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Selama ini dalam penanganan Lembaga Konservasi (LK), umumnya penetasan paling banyak 15-20 ekor.

“Kebanggaan tersendiri bagi kami bisa menetaskan komodo dengan jumlah itu. Apalagi komodo jenis kadal terbesar di dunia dan binatang langka yang dilindungi,” jelasnya.

Chairul mengisahkan, proses penetasan komodo tersebut cukup menyita waktu, tim  tim keeper KBS melakukan pengamatan intensif terhadap tujuh indukan komodo yang terindikasi hendak bertelur. Komodo pun diawasi 24 jam agar telur komodo tidak dirusak komodo lain.

KLIK INI: Badak Putih Utara Bisa Lolos dari Kepunahan Berkat Bayi Tabung

Selama masa itu, tim KBS juga melakukan dokumentasi. Selanjutnya, begitu komodo diketahui bertelur, tim mengambil telur-telur tersebut. Kemudian dibawa ke bagian nursery untuk diinkubasi.

“Masa inkubasi ini yang paling lama. Dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh bulan bagi telur untuk menetas. Selama masa itu, tim tetap melakukan pengawasan. Jika ada yang rusak atau diperkirakan tidak dapat menetas, telur harus segera dikeluarkan dari incubator,” terang Chairul.

Dari hasil pengamatan Chairul, telur menetas secara bervariasi atau tidak bersamaan.

“Jika sudah menetas, anak komodo langsung dipindahkan agar tidak mengganggu telur lain yang belum menetas. Nah, dalam periode itu, akhirnya menetas 74 komodo,” terangnya.

Chairul Anwar juga mengatakan bahwa  KBS akan melakukan pertukaran komodo. Namun, dalam prosesnya membutuhkan prosedur ketat. Sebab, lembaga yang ingin “meminjam” komodo KBS untuk penangkaran harus memiliki izin dari presiden.

Taman Satwa KBS menurut Chairul  tidak akan melampau populasi komodo meski ada penambahan  74. Pihaknya siap menampung dan memelihara komodo-komodo tersebut. Katanya,  tinggal melebarkan kandang. Itu bisa kita atasi. (kh)