Pengalaman Mengamati Burung Kacamata Laut yang Memikat Hati

Klikhijau.com - Suatu pagi di hari libur, saya menikmati hari yang lapang. Hari yang terbebas sementara dari hiruk-pikuk dunia kerja. Karenanya pagi buta itu, saya mengajak bocah kecil berkeliling kom...

Pengalaman Mengamati Burung Kacamata Laut yang Memikat Hati
Bacakan Artikel

Saya coba mendekat. Mendekat secara perlahan. Mengamati burung tak leluasa bergerak apalagi coba mengejarnya. Hampir semua burung sensitif. Sangat sensitif dengan gerakan. Mengetahui kehadiran manusia saja dia sudah panik. Atau tepatnya tidak tenang.

Karenanya seorang pengamat harus ekstra kalem. Beberapa menit saya mengikutinya. Tapi belum dapat momen tepat. Momen pas memotretnya.

Selalu ada saja yang menghalangi pandangan. Entah ranting atau dedaunan kersen. Apalagi tingkahnya yang tak bisa diam. Selalu berpindah dari bunga satu ke bunga lain.

Tak seberapa lama kemudian seekor kacamata laut bertandang. Bertengger di sisi kanan saya. Saya kemudian memutar badan. Pelan sekali. Mencari sosok burung yang memiliki ciri khas berupa lingkaran di mata. Lingkaran putih. Lingkaran yang serupa kacamata. Lingkaran mata yang menjadi alasan pemberian namanya. Namanya burung kacamata. Burung kacamata memiliki banyak macam jenis. Jenis ini lebih familiar disebut dengan burung kacamata laut.

Awalnya saya pikir dia mengincar nektar bunga benalu. Ternyata bukan. Pemilik nama latin: Zosterops chloris ini justru memakan buah rambusa. Markisa mini yang merambati pohon kersen. Pemilik nama latin: Passiflora foetida ini, merambat hingga ke tajuk. Wah.. saya jadi bisa memotretnya leluasa. Si doi tepat berada di depanku. Tak ada yang menghalangi. Burungnya cukup aktif. Makanya tembakan beruntun pun saya lesatkan. Hingga kemudian saya dapat beberapa gambar yang cukup bagus. Wah..betapa senangnya.

[caption id="attachment_24116" align="alignnone" width="640"]kacamata biru Seekor burung kacamata biru yang hinggap di pohon - Foto/Taufiq Ismail[/caption]

[irp]

Saya kembali memerhatikan burung madu sriganti. Ia masih hilir mudik menyantap nektar bunga benalu yang berbunga.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: