Burung Bisa “Menganggur” sebagai Penjaga Kestabilan Ekosistem karena Ulah Manusia

Klikhijau.com - Banyak tumbuhan yang seolah menumbuhkan dirinya sendiri. Tidak ada yang menanamnya. Namun, bisa tumbuh dengan subur. Pun pada tempat yang kadang tidak terduga. Hal tersebut bisa saj...

Burung Bisa “Menganggur” sebagai Penjaga Kestabilan Ekosistem karena Ulah Manusia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Banyak tumbuhan yang seolah menumbuhkan dirinya sendiri. Tidak ada yang menanamnya. Namun, bisa tumbuh dengan subur. Pun pada tempat yang kadang tidak terduga.

Hal tersebut bisa saja disebabkan oleh burung. Burung adalah pekerja yang senyap. Mereka menyebarkan benih tumbuhan, mencegah serangga menyerbu tanaman, dan berperan penting dalam membantu tanaman tumbuh.

Tugasnya sungguh mulia. Mereka  menyatukan ekosistem. Sayangnya, tugas mulia itu sering  diabaikan. Bahkan, tidak diberi sempat oleh manusia untuk menunaikan tugasnya itu.

Karenanya, jangan heran jika kelak, burung bisa saja menganggur dari pekerjaannya dalam membantu menjaga  kestabilan ekosistem.

Bagaimana bisa? Karena banyak wilayah kehilangan campuran perilaku burung. Pada merekalah yang dulu menjaga ekosistem agar tetap stabil.

Sebuah studi  yang diterbitkan dalam jurnal Nature mengungkapkan bahwa ketika lanskap berubah, semakin sedikit spesies burung yang tersisa untuk menjalankan berbagai tugas ekologis yang dulu menjaga keseimbangan.

Dilansir dari Earth, para peneliti menemukan bahwa perubahan penggunaan lahan menghilangkan ekosistem penyangga ini dan membuat mereka lebih rentan terhadap hilangnya keanekaragaman hayati di masa mendatang.

Ketika lahan terganggu, sekelompok kecil spesies burung cenderung bertahan. Spesies-spesies ini seringkali menoleransi lingkungan yang bising, ramai, atau sangat berubah, tetapi mereka juga cenderung mengisi relung ekologi yang serupa.

Hal ini mengurangi keragaman fungsi secara keseluruhan. Tidak hanya itu, tetapi  juga menyebabkan peran-peran kunci tidak terisi, yang dapat memicu serangkaian efek seperti berkurangnya regenerasi hutan, melemahnya penyimpanan karbon, dan meningkatnya frekuensi wabah hama tanaman.

Hal tersebut menjadi masalah serius karena banyak dari tugas sang burung bergantung pada lebih dari satu spesies agar tetap stabil.

Jumlah spesies berkurang

Studi ini menggunakan data hampir 3.700 spesies burung dari 1.200 lokasi di seluruh dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa modifikasi habitat seperti pertumbuhan perkotaan dan perluasan lahan pertanian mengurangi jumlah spesies yang berperan penting seperti penyerbuka , penyebaran biji, dan pemangsaan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2