Lelaki yang Menjelma Api

Ripangkana ia diremasi sedih. Tangisnya meruah dalam penantian. Rasa takut memalut dirinya—taku kamu tak akan pulang. Tak ada yang bisa dilakukannya selain menunggumu. Seakan kamu adalah napas ter...

Lelaki yang Menjelma Api
Bacakan Artikel

Seekor anjing mengusiknya di pos ronda jelang senja. Anjing itulah yang menggantikan warga berjaga jika malam. Pos ronda itu menjadi tempat tidur yang nyaman bagi anjing-anjing di kampungnya, bukan hanya seekor, tapi berekor-ekor.

Kabut turun lebih pekat dari hari pergimu tiga puluh enam hari lampau. Cahaya tampak dari jalan yang dulu kamu lalui. Tampakora, teriak orang-orang mengagetkannya. Hawa panas tetiba menyerbu, mengalirkan semua keringat dalam tubuh. Semakin dekat cahaya tersebut semakin panas.

Kabut kali ini rasanya berbeda, tak lembut, tapi memerihkan mata, melahirkan batuk dan kaddang ‘sesak’ . Warga berteriak, asap, asap.... romang ‘hutan terbakar . Dari jauh ia melihatmu diikuti api. Ia hendak menghambur ke pelukmu, tap takut terbakar. Du’du pedo’ yang kamu janjikan pasti mati.

Ia hanya ingin melanjutkan tangisannya. Bukan lagi karena takut kamu tak pulang. Tapi, takut jika kamu telah menjelma jadi api, menjadi tampakora.

Cat: Pernah dimuat d Fajar dengan judul Pangkana. Tampakora, Makhluk mitos yang konon biasa terlihat membawa obor

Pilih Halaman: