Bercocok Cinta di Gelombang

tibalah daun itu pada kuncupnya. tebarkan hijau. tandai waktu kita berjalan terus ke rawa-rawa benamkan kaki dalam lumpur kita berkejaran ke laut, membaurkan asin keringat kita terus saja berjalan...

Bercocok Cinta di Gelombang
Bacakan Artikel

tibalah daun itu pada kuncupnya. tebarkan hijau. tandai waktu
kita berjalan terus ke rawa-rawa
benamkan kaki dalam lumpur
kita berkejaran ke laut, membaurkan asin keringat
kita terus saja berjalan
kadang tanpa alas kaki
tanpa payung dalam hujan
โ€ฆ.senyummu bulan sabitโ€ฆ..
โ€ฆ.langkahmu pohon-pohon berakar serabut-kokoh..
โ€ฆ.matamu hijau teduhโ€ฆ.

kini kau berjalan cukup jauh ke belantara-sendiri
memupuk mimpi
tentang sebuah lembah dengan bebungaan doa-doa
aku tahu kau akan sampai
lalu bercocok cinta di ladang waktu
โ€ฆโ€ฆdaun-daun menyentuh jidatmu-khusyuk
โ€ฆ...air mengalir basuh kakimuโ€ฆ.
โ€ฆโ€ฆgerimis turun sapu peluhmuโ€ฆ
kau musim dalam musim

langkahmu semakin jauh menuju gelombang
kau tak juga membuang sauh
kau penakluk gelombang
di napasmu ada gemuruh pinisi
pada lakumu ada tarian padduppa
pada tuturmu ada sinrilik pakasalamak

teruslah berjalan
kita akan bertemu pada gelombang yang pasang
ketika terik mengangkasa
mengundang burung-burung berkicau
daun-daun melambai
โ€ฆโ€ฆhidup mesti terus bergerak ke depanโ€ฆ

kini-sekarang kau kembali tiba pada daun yang menguncup di matamu
โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.hijau penuh nostalgiaโ€ฆ.
sebuah tanda, usia tak pernah berhenti berjalan
mendekat lalu menjauh
benamkan kita dalam rawa-rawa
ajari kita berjalan di gelombang
โ€ฆโ€ฆ..terus saja berjalan, karena berhenti berarti menyerah pada mautโ€ฆ..

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2