Pintu dari Babatan Hutan

Sekarat Berkarat   ia duduk di tepi jurang di belakang rumahnya tiga meter dari sungai biarkan sunyi tiba di matanya pelan, sangat pelan hujan turun mengantar tanah ke kakinya daun bers...

Pintu dari Babatan Hutan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Sekarat Berkarat


 

ia duduk di tepi jurang di belakang rumahnya
tiga meter dari sungai
biarkan sunyi tiba di matanya pelan, sangat pelan
hujan turun mengantar tanah ke kakinya

daun berserakan, luruh bacai cuaca
tak bergerak ia
air sungai menderah
hanyutkan pohon-pohon dari hulu

lumpur menulis pesan
"aku sekarat, hatimu berkarat"

dibacanya pesan itu
lumpur menutup mata
air membekap mulut
pohon-pohon menindih tubuh

"aku sekarat, hati berkarat,” rengeknya

air terus saja tiba, tak henti-henti

tandabaca, 2022

[irp]

Aku Tak Bisa Memasak Sampah, Kekasih


 

aku menuju dapur
membuka panci

perut berontak
bulir peluh meliar

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2