Kunang-kunang di Mata Vhy

Ribuan kunang-kunang telah hijrah ke matanya.  Itu menandai jika tak lama lagi akan pergantian musim. Dari kemarau ke musim basah. Tempat paling aman bagi kunang-kunang berlindung dari guyuran hujan  ...

Kunang-kunang di Mata Vhy
Bacakan Artikel

Saat malam, kunang-kunang kembali muncul.  Ia terus saja mengikutinya, terus berjalan. Jika siang ia akan berhenti karena kehilangan jejak dan malam ia akan berjalan semalaman penuh.

Telah tujuh malam ia berjalan mengikuti kunang-kunang tersebut namun belum juga sampai. Kakinya membengkak dan tubuhnya payah dicumbui lelah. Tapi ia tak ingin berhenti. Ia ingin sampai di mata Vhy.

Hari kedelapan ia memasuki sebuah kampung. Suara gendang dan puik-puik melengking. Kunang-kunang kian banyak dan gerakannya makin cepat. Ia berlari mengikutinya. Hingga sampai pada sebuah rumah. Terang benderang, padahal lampu telah di padamkan.

Dengan degup ia mendekat.  Seseorang perempuan yang di matanya penuh kunang-kunang menari tarian pakarena  dengan gemulai.

Di mata perempuan itu tumbuh sebatang pohon yang rimbun—itukah pohon cinta yang penah diceritakan bapaknya.

Ia beradu tatap dengan perempuan tersebut. Matanya serasa gatal, hanya sekerlip saja, matanya juga dihijrahi kunang-kunang.

Jadi, jika kalian “para pembaca” menemukan sepasang kunang-kunang, bisa jadi itu Vhy dan lelaki kurus itu. Karena menurut cerita yang beredar dari mulut ke mulut,  keduanya telah berubah jadi sepasang kunang-kunang. ###

[irp]

Pilih Halaman: