Kunang-kunang di Mata Vhy

Ribuan kunang-kunang telah hijrah ke matanya.  Itu menandai jika tak lama lagi akan pergantian musim. Dari kemarau ke musim basah. Tempat paling aman bagi kunang-kunang berlindung dari guyuran hujan  ...

Kunang-kunang di Mata Vhy
Bacakan Artikel

“Hahahahhaha, jangan ngaco , Bus, tak mungkin ada kunang-kunang yang bisa tinggal di mata seseorang,”

“Konon di matanya ada sebatang pohon yang rindang, tempat membiak kunang-kunang”

Lelaki tersebut terperangah. Jadi benar cerita bapaknya, jika ada seeorang perempuan yang matanya dihuni kunang-kunang.

“Iya, saya pernah dengar dongeng itu dari Bapak,” kata lelaki tersebut,

“Bapakmu benar, saya pernah melihatnya”

Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Menerka berbagai kemungkinan. Mata lelaki kurus itu berbinar. Ide gila muncul di kepalanya. Tapi tak dibocorkannya kepada Busran. Nanti dikira bince’ ‘pamer’.  Ia ingin melakukan misi gila itu seorang diri. Mengikuti ke mana kunang-kunang tersebut hijrah.

Ia telah bertekad akan mengikuti kunang-kunang tersebut sebentar malam, ke arah sana, seperti yang ditunjukkan Busran tadi. Mungkin itu arah menuju Vhy, menuju matanya.

[irp]

******

Berkali-kali ia ta’buttu 'tersandung', malam terlalu pekat. Tak ada penerang karena jika ia memakai obor atau senter kunang-kunang akan menghilang. Ia terus saja mengikuti rombongan kunang-kunang tersebut.

Malam mencekam, tapi tak ada alasan berhenti. Jika berhenti ia akan kehilanga jejak. Semalam perjalanan terasa berat. Kakinya berdarah.

Berkali-kali ia tantang ‘jatuh’, namun tak menyerah. Ia ingin temukan di mana kunang-kunang tersebut membiak. Ia ingin buktikan apa yang diyakini bapaknya dan yang diceritakan Busran.

Rasa takutnya hilang. Semakin pekat kerlipan kunang-kunang kian terang. Dan jelang pagi, kunang-kunang menghilang. Lalu ia menyadari sedang berada di pinggir sungai.   Ia tiba-tiba benci terang karena menghilangkan kunang-kunang.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: