Kisah Sukses Petani Jamur Mallawa dan Lelaki di Baliknya

Klikhijau.com - Sejak pindah tugas dari Taman Nasional Wakatobi, Andi Subhan dengan tekun bertugas di Resor Mallawa, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Subhan tertarik mendampingi masyarakat d...

Kisah Sukses Petani Jamur Mallawa dan Lelaki di Baliknya
Bacakan Artikel

[irp]

Tahun 2018 hingga kini Andi Subhan dipercayakan menjadi Kepala Resor Mallawa. Membuatnya berfokus membina masyarakat di wilayah kerjanya. Menumbuhkan kreativitas masarakat dengan memanfaatkan potensi desa untuk menghaslkan pendapatan tambahan.

Kisah sukses petani jamur

Hj. Nirma berkisah pengalamannya budidayakan jamur. Sebelum tertarik budidayakan jamur. Ibu tiga anak ini sehari-hari menjadi petani cabe besar bersama suaminya. Setelah mulai budidaya jamur, ia lalu berfokus dan tak lagi bertani cabe.

โ€œBudiaya jamur lebih menguntungkan dan pekerjaan ini tidak begitu berat. Saya sekarang tidak bertani cabe lagi. Saya bersama suami fokus budidayakan jamur saja,โ€ ujar Nirma, salah satu anggota KTH Samber.

Saya juga menemui salah satu anggota kelompok lain, Sariana. Sorang ibu rumah tangga yang berumur 50 tahun dengan semangat kuliah berkat biaya dari hasil budidaya jamur. "Saya sekarang bisa kuliah berkat budidaya jamur. Meski saya sudah tua tapi saya masih semangat belajar lagi. Saya sekarang sudah semester 5 di Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak, Universitas Terbuka," ujarnya dengan semangat.

Saiana juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman resor yang pantang menyerah mendampingi mereka. "Kami juga sampaikan terima kasih kepada Balai Taman Nasional Bantimurung Bukusaraung yang telah memberikan sejumlah bantuan berupa peralatan budidaya jamur. Uang yang tak sedikit untuk membeli peralatan canggih itu. Alat yang memudahkan pekerjaan kami," ujar Sariana dengan mata yang sembab. Tak mampu menahan rasa harunya.

Geliat ekonomi anggota kelompok bangkit melalui perbanyakan jamur ini. Data survey pesonil Resor Mallawa menunjukkan peningkatan pendapatan anggota kelompok yang signifikan.

"Tahun 2017, saat kelompok baru kami bentuk. Kami mendapati bahwa rata-rata penghasilan mereka sebesar 1,1 rupiah per bulan. Tiga tahun berselang โ€“ 2019 โ€“ kembali melakukan kami survey. Pendapatan mereka sekarang sudah mencapai 3,1 juta rupiah per bulan," ujar Muhammad Amir, Polhut Resor Mallawa. Amir juga dengan sukarela menjadi pendamping kelompok Samber ini.

Semoga usaha KTH samber terus melesat. Hingga pundi-pundi rupiah terus mengalir. Alam pun terjaga karena mereka telah berkontribusi merawat bumi dengan menanam pepohonan.


  • [irp]

Pilih Halaman: