Desa Samaenre Mendulang Rupiah dan Merawat Bumi dengan Jamur

Klikhijau.com - Menjelang siang saya telah tiba di Desa Samaenre, Mallawa, Maros. Kala itu awal Desember 2019. Hujan masih malu-malu bertandang. Masih enggan merintikkan bulir-bulirnya. Sayup-sayup...

Desa Samaenre Mendulang Rupiah dan Merawat Bumi dengan Jamur
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Menjelang siang saya telah tiba di Desa Samaenre, Mallawa, Maros. Kala itu awal Desember 2019. Hujan masih malu-malu bertandang. Masih enggan merintikkan bulir-bulirnya.

Sayup-sayup terdengar ibu-ibu sedang bercengkrama di bawah kolom rumah Ismail saat kami tiba. Rumah ini adalah salah satu rumah produksi jamur di desa yang bersuhu sejuk ini.

Saya kemudian menghampiri suara ibu-ibu yang sedang berkumpul. Mereka ternyata sedang membuat baglog. Membuat tahapan awal proses budidaya jamur. Salah dari ibu-ibu itu kemudian menjelaskan prosesnya.

"Pertama-tama kita tapis terlebih dahulu serbuk gergaji. Setelah itu kita masukkan di mesin pencampur: molen. Serbuk gergaji, dedak, dan kapur kita masukkan dalam molen. Kemudian kita putar," terang Hapsah, Sekertaris Kelopok Tani Hutan Samaere Bersatu (KTH Samber).

[irp]

Selanjutnya mereka kemudian memasukkan campuran ketiga bahan tadi ke dalam plastik berbentuk seperti polibag. Bedanya hanya lebih panjang dan transparan. Jadilah baglog, media tanam jamur.

Hanya saja belum bisa langsung kita tanami bibit jamur. Masih perlu mensterilkan media tanamnya. Caranya dengan mengukusnya. Mengukus baglog hingga beberapa jam. Beruntung Kelompok Tani Hutan Samaenre Bersatu (KTH Samber) telah memiliki alat pengukus tersendiri. Sekali mengukus bisa mencapai puluhan bahkan ratusan baglog.

Apa langkah selanjutnya? Setelah steril baglog kemudian didinginkan selama sehari. Setelah itu baglog kemudian mereka isi bibit. Satu baglog maksimal 10 bibit jamur.

Setelah memasukkan bibit, ujung baglog mereka pasangi cincin dan menutupnya dengan guntingan koran. Baglog yang berisi benih kemudian mereka simpan di rak. Setelah sebulan benih mulai bersemi dan siap dipanen.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: