Kisah Kesuksesan Kaum Ibu Merawat Burung di Klaten

Klikhijau.com โ€“ Setiap dua jam sekali, para wanita atau kaum ibu di Klaten melakukan meloloh anak burung. Loloh memiliki arti memberi makan pada anak burung. Kaum ibu itu tergabung dalam Kelompok T...

Kisah Kesuksesan Kaum Ibu Merawat Burung di Klaten
Bacakan Artikel

Lebih lanjut, Ismanto menyampaikan pihaknya telah melakukan kajian terlebih dahulu untuk lokasi pelepasliaran di TNBBS ini. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi adalah ketersedian pakan, air dan pelindung, serta keamanan dari jangkauan manusia.

โ€œKeberadaan burung-burung ini juga penting bagi kawasan hutan. Burung membantu proses penyerbukan bunga menjadi buah, menyebarkan biji, juga mengendalikan serangga yang menjadi hama, dan nilai eksistensi lainnya,โ€ ungkap Ismanto.

Sementara itu, Kepala BKSDA Bengkulu Donal Hutasoit, menjelaskan maraknya perdagangan satwa ilegal, memerlukan pemantauan intensif. Data sampai dengan bulan Februari 2020, sedikitnya sekitar 19.175 ekor burung berhasil dilepasliarkan di kawasan hutan KPH Gunung Rajabasa, Taman Nasional Way Kambas, Tahura Wan Abdul Rahman, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

โ€œKegiatan ini merupakan keseriusan kita semua, untuk menjaga kelestarian satwa liar, dan keseimbangan ekosistemnya, dengan dukungan para pemangku kepentingan,โ€ pungkas Donal.

[irp]

Pilih Halaman: