Kisah Kesuksesan Kaum Ibu Merawat Burung di Klaten

Klikhijau.com โ€“ Setiap dua jam sekali, para wanita atau kaum ibu di Klaten melakukan meloloh anak burung. Loloh memiliki arti memberi makan pada anak burung. Kaum ibu itu tergabung dalam Kelompok T...

Kisah Kesuksesan Kaum Ibu Merawat Burung di Klaten
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Setiap dua jam sekali, para wanita atau kaum ibu di Klaten melakukan meloloh anak burung. Loloh memiliki arti memberi makan pada anak burung.

Kaum ibu itu tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) โ€œAJS Sukses Bersamaโ€. Kelompok ini boleh dibilang salah satu yang terdepan dalam budidaya burung endemik Indonesia. Khususnya burung jalak suren.

Di KTH โ€œAJS Sukses Bersamaโ€ para anggotanya membagi tugas. Kaum lelaki umumnya mengerjakan pembuatan kandang, tempat makan dan minum burung, perawatan atau pemeliharaan kandang dan lain-lain.

Sementara bagian yang paling rumit, butuh kesabaran dan harus telaten dilakukan oleh kaum perempuan, yakni memberikan makan โ€œlolohโ€ pada anak burung jalak suren.

[irp]

Tak mudah melakukan pekerjaan itu, sebab harus dilakukan setiap 2 jam sekali, sampai anakan burung dapat makan sendiri atau sekitar 45 hari.

Meski tak mudah, tapi memberi makan anak burung menjadi berkah tersendiri bagi kaum ibu di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Karena hal itu memberi peluang penyerapan tenaga kerja untuk kaum perempuan.

Penangkaran burung, KTH โ€œAJS Sukses Bersamaโ€ itu merupakan binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) KLHK.

Helmi Basalamah, yang merupakan Kepala BP2SDM KLHK menuturkan, keberhasilan penangkaran burung tersebut tak terlepas dari peran wanita atau kaum ibu. Di mana wanita atau kaum ibu ini bisa menambah perekonomian keluarga, dengan cara meloloh anakan burung.

โ€œBahkan ada juga wanita atau ibu-ibu berprofesi sebagai penangkar burung untuk menambah penghasilan keluarga,โ€ tuturnya.

Perihal AJS Sukses Bersama

KTH โ€œAJS Sukses Bersamaโ€ ini merupakan Wanawiyata Widyakarya, atau disebut juga LP2UKS (Lembaga Pelatihan dan Pemagangan Usaha Kehutanan Swadaya).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: