Kisah Kesuksesan Kaum Ibu Merawat Burung di Klaten

Klikhijau.com โ€“ Setiap dua jam sekali, para wanita atau kaum ibu di Klaten melakukan meloloh anak burung. Loloh memiliki arti memberi makan pada anak burung. Kaum ibu itu tergabung dalam Kelompok T...

Kisah Kesuksesan Kaum Ibu Merawat Burung di Klaten
Bacakan Artikel

Jika tak punya anakan burung maka anggota membayar uang dengan jumlah seharga anakan burung jalak suren. Harga tersebut sekaligus sebagai harga kesepakatan anakan burung jalak suren.

[irp]

Wanawiyata Widyakarya โ€œAJS Sukses Bersamaโ€ dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini dibuktikan kondisi sosial ekonomi yang baik serta dapat membiayai anaknya sampai ke Perguruan Tinggi.

Saat ini, kelompok penangkaran burung ini mendapatkan pembinaan dari BKSDA Jawa Tengah. Hal itu berkaitan dengan izin penangkaran dan izin pengedar tumbuhan dan satwa liar.

Namun, kesuksesan AJS Sukses Bersama tak lepas dari peran kaum ibu yang setia merawat burung yang disangkarkan.

Kisah yang lain

Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mendapat penghuni baru. Itu setelah 56 ekor burung dilindungi, dilepasliarkan BKSDA Bengkulu, Selasa, 31 Maret 2020 lalu.

Jenis burung tersebut diantaranya Cica daun dahi emas 3 ekor, Cica daun kecil 1 ekor, Cica daun besar 13 ekor.

Selain itu, juga dilepasliarkan Tangkaruli sumatera 2 ekor, Takur api 8 ekor, Serindit melayu 17 ekor, Betet ekor panjang 6 ekor, dan Ekek layongan 1 ekor.

Tidak hanya burung yang dilindungi, ada pula burung yang tidak dilindungi juga dilepasliarkan, yakni Cica kopi melayu 1 ekor, Brinji gunung 1 ekor, dan Kacembang gadung 3 ekor.

[irp]

Plt. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto mengatakan, dalam situasi penanggulangan Covid-19, kesejahtaraan satwa untuk layak hidup bebas di alam, jangan sampai terlupakan, dengan tetap menerapkan standar yang dianjurkan pemerintah.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: