Kenalkan si Kejam yang Mampu Menggoyang Lidah dari Mallawa

Klikhijau.com - Tak semua hasil panen jamur bisa terjual. Terkadang saat membersihkan jamur, ada jamur yang kurang layak: sobek atau warnanya agak kekuningan. Biasanya jamur ini hanya dimasak untuk...

Kenalkan si Kejam yang Mampu Menggoyang Lidah dari Mallawa
Bacakan Artikel

Dari sanalah bermula sehingga saat ini permintaan pasar jamur segar dari kelompok ini melimpah. Semua hasil produksi jamur segar Samber laku terjual.

Bagaimana pemasaran keripik dan abon jamur? Sistem pemasarannya hampir sama. Hanya saja produk ini lebih mudah karena warung-warung kelontongan pun juga berminat. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pun tak pernah absen memasarkannya.

Setiap pameran dan keiikutsertaan event tertentu, keripik dan abon jamur tak pernah absen. Malah menjadi produk unggulan. Tak terkecuali saat mengikuti pertemuan Asen Heritage Park ke 35 di Laos.

Pada gelaran pameran tersebut terpampang produk jamur KTH Samber. Apalagi keripik jamur langsung ludes terbeli pengunjung dari negara-negara ASEAN itu.

Dana konservasi dan penghargaan

Sejak Januari 2019 KTH Samber menyisihkan sebagaian pendapatan mereka untuk konservasi. Seribu rupiah untuk satu pohon. Setiap penjualan satu produk jamur: kripik dan abon, anggota kelompok menyisihkan seribu rupiah untuk membuat persemaian.

[irp]

Bibit ini kemudian nantinya akan mereka bagikan kepada masyarakat di Desa Samaenre untuk mereka tanam di lahannya. Termasuk juga menanam pohon di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berada di wilayah Mallawa.

Administrasi kelompok budidaya jamur ini cukup tertib. Hasil rekapan dana konservasi hingga Desember 2019 sudah terkumpul lebih dari 9 juta rupiah. Menjadi modal membuat persemaian dan menanam pohon di wilayah Mallawa.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: