Kenalkan si Kejam yang Mampu Menggoyang Lidah dari Mallawa

Klikhijau.com - Tak semua hasil panen jamur bisa terjual. Terkadang saat membersihkan jamur, ada jamur yang kurang layak: sobek atau warnanya agak kekuningan. Biasanya jamur ini hanya dimasak untuk...

Kenalkan si Kejam yang Mampu Menggoyang Lidah dari Mallawa
Bacakan Artikel

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kemudian menggandeng Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM). Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berfokus menjadi pendamping dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

TLKM kemudian berdiskusi dengan anggota kelompok Samber untuk rencana desain kemasan produk keripiknya. Hingga kemudian mereka bersepakat unuk melakukan desain ulang. Mereka juga menyepakati nama produknya: Keripik Jamur Mallawa. Pilihan brand untuk memasarkan produk kebanggan KTH Samber ini.

Anggota kelompok terus berinovasi menciptakan produk lain dari jamur. Anggota kelompok terutama dari kalangan ibu-ibu terus bereksperimen hingga kemudian mereka mampu membuat satu lagi produk: abon jamur.

Jadilah produk keripik jamur dan abon jamur. Keripik jamur dibandrol dengan harga harga 13.000. Abon jamur sendiri Rp. 25.000. Harga tersebut sudah termasuk dana konservasi. Jadi setiap pembelian satu produk berarti kita berpartisipasi menjaga lingkungan.

[irp]

Pemasaran produk

Terbukanya pemasaran produk jamur produksi KTH Samber seperti sekarang ini datangnya tak begitu saja. Adalah Subhan yang dengan giatnya mencari peluang pemasaran. "Waktu saya cari pasarnya 'door to door,s' mendatangi satu per satu calon pembeli potensial. Saya keliling di Makassar," terang Subhan.

Subhan membeli jamur dari kelompok kemudian mencari pasar di Makassar. Ia mendatangi satu per satu supermarket, warung-warung hingga komunitas pola hidup sehat. "Saya berikan cuma-cuma 1 kg jamur segar sebagai tester. Tak lupa saya selipkan selembar kartu nama."

"Jika berminat silahkan kontak saya," pesan Subhan waktu itu kepada calon pembeli.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: