Bongo’, Meski Dibenci Tetap Memberi Banyak Manfaat

Klikhijau.com - Berada di lahan buncis yang sedang berbunga. Tak hanya menghadirkan sensasi hijau yang segar. Namun, juga kita akan berinteraksi dengan banyak serangga penyerbuk. Serangga-serangga...

Bongo’, Meski Dibenci Tetap Memberi Banyak Manfaat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Berada di lahan buncis yang sedang berbunga. Tak hanya menghadirkan sensasi hijau yang segar. Namun, juga kita akan berinteraksi dengan banyak serangga penyerbuk.

Serangga-serangga itu seperti sedang berpesta. Hinggap dari satu bunga buncis ke bunga yang lain. Khusus untuk serangga lebah. Ada satu lebah yang menyukai bunga buncis, yakni bongo’.

Saya tak pernah melihat bongo’ yang banyak selain di lahan buncis yang sedang berbunga. Ia akan hinggap pada satu bunga buncis tak lama, hanya 3 hingga 15 detik sebelum berpindah ke bunga yang lain.

Bongo’ adalah nama yang disematkan masyarakat Desa Kindang, Bulukumba untuk lebah tukang kayu. Dinamai serangga tukang kayu, karena ia menjadikan kayu sebagai sarang. Bukan sembarang kayu, hanya kayu kering saja.

[irp]

Kayu akan dibor hingga berlubang lalu membuat semacam terowongan di dalamnya. Saat telah tercipta lubang, ia akan bersarang dilubang itu. Berkembang biak di sana. Kayu yang telah dilubangi tak akan pulih seperti semula. Bahkan akan membuat kayu lebih rapuh—mudah patah.

Sarang biasanya terdiri dari terowongan dengan diameter setengah inci dan kedalaman 6 hingga 10 inci dan mungkin mencakup beberapa ruang induk.

Karenanya, serangga ini cukup meresahkan. Kehadirannya tak diharapkan, apalagi pada bangunan yang menggunakan bahan dari kayu.

Meski begitu, rupanya bongo’ memiliki manfaat yang besar sebagai penyerbuk.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: