Bernostalgia dengan Burung Sepah Raja

Klikhijau.com – Dengan bulu di kepala hingga leher berwarna merah. Burung kolibri jenis sepah raja terlihat menarik dan memukau. Jadi, meski ukurannya kecil, yakni sekitar 13 cm. Ia bisa terlihat deng...

Bernostalgia dengan Burung Sepah Raja
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Dengan bulu di kepala hingga leher berwarna merah. Burung kolibri jenis sepah raja terlihat menarik dan memukau. Jadi, meski ukurannya kecil, yakni sekitar 13 cm. Ia bisa terlihat dengan jelas.

Burung ini termasuk burung yang jarang terlihat. Khususnya di Desa Kindang, Bulukumba. Jika yang sejenisnya lumayan banyak, khususnya burung madu sriganti (baca di SINI)

Burung sepah maupun sriganti, warga di Desa Kindang memberinya cui-cui padoleng. Penyematan nama padoleng, merujuk pada sarangnya yang padoleng atau menggantung.

Untuk nama cui-cui sendiri, adalah nama yang disematkan kepada burung yang berukuran kecil, meski tak semua mendapat sematan nama tersebut.

[irp]

Karena ada pula burung berukuran kecil yang tak dinamai cui-cui, tapi lebih umum disematkan nama jangang-jangang, misalnya jangang-jangang rihata (burung sriti).

Perihal burung sepah raja ini, rasanya sudah lama saya tak melihatnya. Hingga suatu hari di tandabaca, saya tercengang melihat burung ini berlompatan lincah di antara reranting pohon cengkeh.

Saya menghentikan segala aktifitas, demi mengamatinya atau tepatnya menikmati keindahan dan kelincahannya, juga kicaunya yang merdu.

Sambil menikmati tariannya, ingatan saya kembali ke masa kecil. Dulu, saat masih duduk di sekolah dasar (SD). Salah satu kesukaan saya adalah main ketapel.

Ke mana-mana, saya kerap membawa ketapel. Nah burung sepah raja, jadi salah satu jenis burung yang dak lepas pula dari bidikan ketapel saya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2