Berbagi Pengalaman Menulis di Bacarita Yakobi

Klikhijau.com โ€“ Menulis adalah sebuah pergulatan dan pengalaman panjang untuk belajar dan terus belajar. Begitu pesan kunci saya saat diminta membahas tentang pengalaman menulis di sebuah diskusi d...

Berbagi Pengalaman Menulis di Bacarita Yakobi
Bacakan Artikel

Tulisan pertama yang saya ajukan ke media cetak Tribun Timur saat itu adalah " Dekonstruksi Visi dan Misi PDGI". Saya menulisnya bertepatan dengan Kongres PDGI di Makassar. Tujuan saya adalah sebuah kritik sosial untuk PDGI.

Tulisan yang tak pernah digubris, tak ada jawaban ketika dikonfirmasi. Hingga pada suatu ketika saya bertemu dengan seorang wartawan fotografer tribun timur.

"Bos ...kalau memasukkan tulisan di koran itu, ibarat membuang tulisan di tempat sampah. Perihal dimuat atau tidak itu soal lain"

Tulisan itu akhirnya menguap. Beberapa bulan setelah itu naskahnya hanya bertengger di folder sebuah komputer di ruang BEM FKG Unhas.

Hingga pada suatu ketika PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah, naskah itu saya kirim. Dan saatย  menerima informasi bahwa tulisan itu menang sebagai juara 2 kategori umum saya semakin meyakini bahwa setiap tulisan memiliki takdirnya masing-masing. Tulisan adalah sebuah gagasan yang suatu saat akan dinilai,dipuji dan dikritik bahkan dicaci oleh pembacanya.

Hikmah juara dua berkat tulisan itu. Dengan Hadiah satu juta rupiah membuat saya sebagai mahasiswa coass kembali bernafas dengan pemakaian hadiah tersebut sebagai biaya coass di bagian Pedodonsia ( Departemen Kedokteran Gigi Anak) yang cukup banyak itu.

[irp]

Menulis, sebuah jalan sunyi

Menulis adalahย  suatu proses yang tersembunyi dalam diri setiap orang. Menulis merupakan suatu jalan yang kerap sunyi dan terasing.

Pada situasi tertentu seorang penulis akan menjadi sendirian menghadapi sesuatu yang harus dilawan. Kata-kata dalam sebuah tulisan dapat "memotong leher" banyak orang, lebih tajam dari sebilah pedang.

Sebuah tulisan akan menjalani takdirnya masing-masing. sebuah tulisan boleh jadi akan dipuji di luar sana, dianggap sebagai wakil kata-kata banyak orang. Pada situasi yang lain tulisan itu boleh jadi dianggap sebagai sampah, dicaci dan diasingkan.

Tapi bagi seorang penulis. Kata-kata dalam tulisan tidak akan pernah mati.Setiap tulisan memiliki nyawa. Dia juga bisa membuat pembacanya tersanjung, gembira dan merasa hidup. Tapi sekaligus bisa membunuh diwaktu yang sama.

Baca juga tips menulis DI SINI!

[irp]

Pilih Halaman: