Berbagi Pengalaman Menulis di Bacarita Yakobi

Klikhijau.com โ€“ Menulis adalah sebuah pergulatan dan pengalaman panjang untuk belajar dan terus belajar. Begitu pesan kunci saya saat diminta membahas tentang pengalaman menulis di sebuah diskusi d...

Berbagi Pengalaman Menulis di Bacarita Yakobi
Bacakan Artikel

Ketika saya membaca buku-buku Hernowo : Quantum Reading, Quantum Writing dan Mengikat Makna, saya semakin termotivasi dan percaya diri bahwa menulis adalah sebuah potensi fitrawi. Semua orang bisa menulis. Dalam diri setiap orang telah diciptakan secara potensial kecerdasan linguistik. Potensi dapat teraktualkan kapan saja.

Percayalah, setiap orang dapat menulis!

Setiap orang dapat menulis sesuatu, mengikatnya menjadi sesuatu yang bermakna berupa tulisan. Tulisan dapat menjadi sesuatu yang bergizi untuk dibaca.

Sebaliknya, membaca akan memberikan nutrizi sehat bagi jiwa. Ketika seseorang membaca banyak buku-buku sebagai sumber cakrawala pengetahuan pada suatu titik tertentu, keinginan untuk menulis sesuatu akan muncul.

Iitulah yang disebut Quantum writing. Sebuah momentum dorongan yang kuat untuk mengambil pena dan menulis, membuka laptop, atau membuka gadget smartphone untuk menulis sesuatu.

[irp]

Sekalipunย  menulis adalah sebuah proses tersendiri dalam diri setiap orang. Aktivitas membaca buku adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan.

Dengan membaca banyak buku-buku seseorang selain menyerap makna yang terkandung dalam buku tersebut, juga secara tidak langsung dapat belajar dari gaya penulisan dari buku tersebut.

Oleh karena itu proses membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Buku adalah pintu ilmu pengetahuan yang membuka cakrawala berfikir. Sementara tulisan adalah sebuah proses mengikat makna, suatu aktivitas mengabadikan sesuatu yang dipikirkan, diniatkan dan ditulisย  dengan tujuan tertentu.

Mengikat Makna adalah suatu proses yang penting. Caranya adalah menulisnya. Dengan cara itu segala sesuatu yang kita ketahui tidak hilang dalam sejarah. Entah itu berupa hal yang bersifat science, teknologi, sejarah, sastra,politik,ekonomi, wisata,kuliner,pengalaman hidup, kegagalan hidup dan lain sebagaianya.

[irp]

Semua hal yang ditulis tersebut adalah upaya mengikat makna.Sebuah upaya untuk mengabadikan setiap kata, kejadian dan sejarah yang akan diaambut oleh para pembaca yang laian atau generasi selanjutnya. Bukankah orang-orang terdahulu telah mewariskan hal yang sama untuk generasi sekarang?

Perjumpaan dengan buku buku

Suatu waktu saya menemukan sebuah buku yang tidak mau berhenti ketika saya membacanya. Sejak dari halaman pertama dan terakhir. Judulnya โ€œAku,Buku dan Sepotong Sajak Cintaโ€ oleh Muhaidin M.Dahkan.

Buku ini mengisahkan diri penulisnya yang pencinta buku, bahkan untuk membeli sebuah buku dia rela untuk tidak makan sehari.

Dia adalah sosok pecandu buku. Buku baginya adalah hal yang lebih penting dibanding yang lain. Dengan membaca buku dia akan mendapatkan nutrisi jiwa sebagai modal mereproduksi gagasan dan tindakan.

Pada titik yang paling jauh buku adalah sebuah jalan spritual baginya. Sebuah jalan baginya untuk menyempurna sebagai manusia, jalan yang dia pilih berjuang dan melakukan sesuatu.

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: