Kekuatan Gen Z dan Media Sosial dalam Kampanye Lingkungan Digital

Kekuatan Gen Z dan Media Sosial dalam Kampanye Lingkungan Digital
Kekuatan Gen Z dan Media Sosial dalam Kampanye Lingkungan Digital
Bacakan Artikel
Ulfia Kalsum

Mahasiswa Magang dari Prodi Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Klikhijau.com - Jika mendengar kata hijaukan media sosial, hal apa yang terbesit di pikiran kita tentang hal tesebut. Rupanya bagi kami yang gen Z, media sosial dapat dimanfaatkan utntuk medorong kesadaran lingkungan.

Media sosial mampu menjadi jembatan atau salah satu cara untuk mengkampanyekan hidup hijau. Kata sederhananya yakni kita harus sadar dan mulai berkontribusi dalam masalah lingkungan, karena ini merupakan masalah yang tak kunjung terselesaikan.

Di zaman digital yang semakin maju, media sosial sudah menjadi alat penting untuk berkomunikasi dengan orang lain. Media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.

Media sosial yang selalu kita gunakan sebagai tempat berbagi cerita, pengalaman, aktivitas sehari-hari, saling mengenal dengan orang banyak tetapi secara perlahan media sosial juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan atau menginformasikan kepedulian kita terhadap lingkungan.

Laporan We Are Social Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan jumlah identitas penggunaan media sosial di Indonesia meningkat menjadi 26%  secara tahunan yang mana mencapai 180 juta atau setara dengan 62,9% dari populasi penduduk saat ini.

Penggunaaan media sosial di Indonesia angka tertingginya menghabiskan waktu sebanyak 21 jam 50 meniit setiap minggu untuk  berselancar didunia maya. Fenomena diatas menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial tidak dapat dipisahkan didalam kehidupan. Didalam penggunaanya salah satunya mendapatkan banyaknya informasi yang kita dapatkan diberbagai platfrom digital.(Media et al., 2026)

Meningkatnya jumlah pengguna media sosial juga mendukung untuk memiliki potensi sebagai sarana edukasi seperti dalam hal sampah, perubahan iklim, gaya hidup hijau, hingga pelestarian lingkungan dapat disesuaikan dengan bentuk atau kebiasaan yang sering dilakukan oleh para pengguna media sosial.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan