7 Cara Mengatasi Sampah Pakaian yang Anti Mainstream

7 Cara Mengatasi Sampah Pakaian yang Anti Mainstream
Sampah pakaian-foto/Pixabay
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Jika tak segera diatasi, sampah pakaian atau tekstil bisa menghasilkan sebuah gunung. Bayangkan saja, Ellen MacArthur Foundation (2017) melaporkan, sekitar 92 juta ton limbah tekstil dibuang setiap tahun di seluruh dunia.

Parahnya, sebagian besarnya berakhir di tempat pembuangan sampah atau dibakar menghasilkan polusi udara. Hal itu disebabkan karena kurangnya upaya daur ulang.

Di Indonesia, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, sampah tekstil menyumbang 2,87% dari total komposisi sampah nasional.

Sementara data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan persentase limbah tekstil di Indonesia  menyumbang sekitar 2,63% dari total seluruh sampah

Pada tahun 2030, proyeksi menunjukkan limbah tekstil bisa mencapai 3,5 juta ton. Hal itu menjadi ancaman yang sangat serius bagi lingkungan.

Lalu apa yang bisa dilakukan agar sampah tekstil atau pakaian dapat di atasi, minimal dapat dikurangi. Berikut beberapa caranya:

  •  Jangan gengsi menyewa  pakaian saat ada acara

‎Saat ada acara seperti kondangan, wisuda, atau liburan  biasanya pakaian hanya dipakai satu atau dua kali lalu saja. Sisanya akan menumpuk di lemari.

‎‎Karenanya, memanfaatkan  tempat penyewaan baju lokal (fashion rental) dapat menjadi pilihan. Bukan hanya akan membuat  sobat hijau bisa tampil beda di setiap acara, tetapi juga bisa lebih ramah kantong dan ramah lingkungan.

  • ‎‎‎Arisan atau pertemuan tukar baju  

Saat ada diskon, mata akan membelalak dan keinginan untuk membeli pakian baru merontah-rontah. ‎Ubahlah kebiasaan berbelanja pakaian meski saat ada diskon. Caranya membuat acara swapping party bersama teman atau komunitas.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2