Berbagi Pengalaman Menulis di Bacarita Yakobi

Klikhijau.com โ€“ Menulis adalah sebuah pergulatan dan pengalaman panjang untuk belajar dan terus belajar. Begitu pesan kunci saya saat diminta membahas tentang pengalaman menulis di sebuah diskusi d...

Berbagi Pengalaman Menulis di Bacarita Yakobi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Menulis adalah sebuah pergulatan dan pengalaman panjang untuk belajar dan terus belajar.

Begitu pesan kunci saya saat diminta membahas tentang pengalaman menulis di sebuah diskusi daring di Bacarita Yakobi beberapa hari lalu.

Ingatan saya kembali terseret pada suatu momentum sekitar tahun 2004 ketika saya masih sebagai mahasiswa profesi dokter gigi ( coass) FKG Unhas di Makassar.

Tahun yang begitu berkesan karena sebagai mahasiswa kedokteran gigi saya lebih senang membaca buku-buku sastra dibanding membuka buku tentang kedokteran gigi mata kuliah saya sendiri.

[irp]

Cerita dari Biblioholic

Namanya Biblioholic. Tempat saya meminjam buku saat itu. Sebuah perpustakaan di rumah kecil bertingkat di pintu satu Unhas. Setiap pagi, seorang laki-laki berpostur kecil membaca buku dengan kaki berselonjor.

Buku-buku disusun secara berserakan di sampingnya dan sebagian yang lain ada di lantai dua tempat saya lebih percaya diri memilih bacaan yang saya inginkan karena bisa berlama-lama.

Belakangan kemudian baru saya ketahui bahwa laki-laki yang memiliki perpustakaan kecil itu adalah Aan Mansyur.

Saya tidak tahu lagi kapan persisnya. Usai dari perpustakaan kecil itu kemudian berubah menjadi sebuah perpustakaan yang dinamakan Biblioholic, juga di pintu satu Unhas tepatnya di depan gedung marcedes Benz, di samping warung makan Hj.Anni kalau sekarang.

[irp]

Di Biblioholic, Aan Mansyur tidak sekadar menyediakan bacaan buku-buku bagus, tapi juga ada diskusi tentang film.

Aan Mansyur yang kerap kali saya ketemu dalam diam saat itu kini telah menerbitkan buku-buku seperti Kukila, Perempuan Rumah Kenangan, Melihat Api Bekerja hingga menyerap makna sebuah puisi keren ciptaanya dalam film Ada Apa dengan Cinta 2: Tidak ada New York Hari ini.

Itulah perpustakaan kenangan dalam hidup saya. Setiap saat ketika saya penat dan gelisah dengan aktivitas rutin kemahasiswaan baik di kampus maupun sebagai coass di Poliklinik, saya lebih memilih terpekur di sana. Membaca buku dan memilih buku-buku untuk saya pinjam dan saya baca kapanpun dan dimana saja.

Interaksi saya dengan perpustakaan itu mengantarkan saya untuk ketemu dengan banyak buku seperti: Pergolakan pemikiran Islam, Catatan Seorang Demonstran , Woman At zero-zero , Tetralogi Laskar Pelangi, orange Girlsย  dan lain sebagainya

[irp]

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: