Klikhijau.com – Bulan Ramadan adalah momen penting untuk mengubah perilaku, khususnya bagi umat Muslim. Bagaimanapun, Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Muslim, yang biasanya diisi dengan beragam kebaikan.
Satu di antara banyak kebaikan yang perlu dibiakkan di bulan Ramadan ini adalah mengubah perilaku lebih ramah lingkungan, lebih mencintai Bumi yang memberi kita ruang untuk tinggal dan menikmatinya.
Cara sederhana yang bisa kita lakukan sebagai wujud cinta Bumi adalah dengan berperilaku hidup minim sampah.
Sampah, termasuk sampah makanan (yang banyak di bulan Ramadan) juga sangat mengkhawatirkan dan merugikan lingkungan, bahkan kesehatan.
Uniknya, kedatangan Ramadan selalu diwarnai dengan perilaku konsumtif yang berlebihan saat berbuka puasa maupun sahur.
Saat berbuka puasa, misalnya, terkadang kita tak menghabiskan makanan maupun minuman. Dan itu akan menjadi sumber sampah yang merusak lingkungan.
Berikut ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta yang dalam kepada bumi di bulan Ramadan ini:
-
Menghabiskan makanan
Saat kita berbuka atau sahur, terkadang banyak di antara kita yang menyisakan makanan saat berbuka atau sahur.
Padahal perilaku itu, jauh dari wujud nyata dalam mencintai Bumi dan perilaku hidup ramah lingkungan. Berbuka atau sahurlah secukupnya
-
Tidak menggunakan alat makan sekali pakai
Harus diakui, saat berbuka, khususnya bukber atau buka bersama menggunakan alat makan dan minum sekali pakai, karena dianggap lebih praktis dan murah meriah.
Padahal meski praktis dan murah, tapi dampaknya terhadap lingkungan (Bumi) dan kesehatan sangat fatal.
Karena itu, saat buka, hindari menggunakan wadah makan dan minum sekali pakai, apalagi jika itu terbuat dari plastik atau styrofoam.
-
Membuat makanan dan minuman sendiri
Saat ini, makanan dan minum cepat saji bertebaran di mana-mana, bahkan bisa dipesan online. Namun, demi Bumi yang lestari dan tetap bernapas, sebaiknya memasak makanan dan minuman sendiri saat berbuka maupun sahur.
Selain sehat, juga lebih ramah lingkungan dan kantong.
-
Bawa alat makan dan minum sendiri
Jika terpaksa harus membeli atau berbuka puasa di luar rumah, jangan lupa untuk membawa alat makan dan minum sendiri.
Cara ini bukan hanya tidak menghasilkan sampah, khususnya sampah plastik yang banyak digunakan membungkus makanan dan minuman, tetapi juga bisa lebih hemat dan menjaga higienitas. Dan lebih penting, lebih minim sampah.
-
Simpan makanan sisa
Jika ada makanan atau minuman sisa, sebaiknya jangan dibuang, tapi simpan di lemari pendingin atau kulkas. Makanan tersebut bisa kembali dikonsumsi saat berbuka atau sahur. Namun, sebelum mengonsumsinya, sebaiknya periksa terlebih dahulu.
-
Membuat kompos
Saat ada makanan sisa yang sudah tidak layak konsumsi, sebaiknya jangan dibuang, tapi jadikan sebagai pupuk kompos.
-
Jadikan pakan ternak
Makanan sisa, jika sahabat hijau memiliki ternak, misalnya ayam atau bebek, atau mungkin maggot, maka makanan sisa tersebut bisa dijadikan pakan ternak.
Sahabat hijau, itulah beberapa cara hidup minim sampah dan sehat di bulan Ramadan 2026 ini.








