Ayah dan Dapur Ibu

Kita, Purnama yang Ditunggui Peramal kau boleh saja pergi bawalah pot berisi tananam hias aglonema perjalananmu bukan bulan separuh hilang setengah dalam pandangan perjalananmu bulan purnama b...

Ayah dan Dapur Ibu
Bacakan Artikel

 

Ayah dan Dapur Ibu

kantuk datang berwajah gelombang
menyusup lewat celah pintu kamar
di mana angin leluasa mencuri segala bayangmu
yang kukumpulkan dengan payah
dari sebuah rindu resah

pohon-pohon terus saja alirkan air mata
setelah ditebangi penub sadis
atas nama cinta dan keindahan kota

kantuk tiba tapi tak membawa lelap
gerah mencangkum ke dalam tubuh didihkan darah

aku sedang bayangkan bapakmu yang petani
peluhnya dihargai hitam putih orang-orang kota

aku bayangkan pula ayah yang lupa minum kopi
karena harus menebang pohon demi dapur ibu

Gowa, 23 Juni 2016

[irp]

Pilih Halaman: