Ayah dan Dapur Ibu

Kita, Purnama yang Ditunggui Peramal kau boleh saja pergi bawalah pot berisi tananam hias aglonema perjalananmu bukan bulan separuh hilang setengah dalam pandangan perjalananmu bulan purnama b...

Ayah dan Dapur Ibu
Bacakan Artikel

Kita, Purnama yang Ditunggui Peramal

kau boleh saja pergi
bawalah pot berisi tananam hias aglonema
perjalananmu bukan bulan separuh
hilang setengah dalam pandangan

perjalananmu bulan purnama
bulat penuh, bersih tiada awan

melangkahlah sejauh bisamu
jika bertemu air siram aglonema di pot itu
jangan biarkan daunnya meranggas, jangan

pergilah, buang ragumu di halaman belakang!
di bawa pohon sawo penyimpan ari-arimu

kisah ini terus bergerak
dari satu detak menuju ribuan detak ke depan

aku dan kau purnama yang ditunggui para peramal
sejauh mana langkahmu
sejarak apa pergimu
aku angin pada napasmu
air pada darahmu

pergilah, itu tanda kita tak sedang menulis kisah ini
dengan kata yang disingkat-singkat
kita mengukirnya dengan kalimat utuh tanpa titik

melangkah saja ke siniโ€”ke pelukku

Gowa, 24 Februari 2015

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: