Abrasi Sungai Jeneberang Mulai Cemaskan Warga Parangtambung

oleh -158 kali dilihat
Lurah Parangtambung, Mahathir
Lurah Parangtambung, Mahathir saat bersilaturahmi dengan warga Parangtambung/foto-fajaronline.com
Irhyl R Makkatutu

Makassar, Klikhijau.com – Cerita tentang banjir yang melanda Gowa dan Makassar bulan Januari lalu belum sepenuhnya hilang. Sebab ada jejak yang mencemaskan yang ditinggalkannya. Khususnya yang kampung yang dilalui aliran sungai Jeneberang.

Kedatangan air yang cukup tinggi dan deras bulan kemarin itu, bagi warga Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar adalah kecemasan, sebab meninggalkan abrasi yang cukup parah, sehingga melahirkan kekhawatiran bagi warga.

Lurah Parangtambung, Muhammad Mahathir mencoba mencari solusi perihal masalah tersebut. Hal itu terungkap saat ia datang bersilaturahmi ke warganya, di Perumahan Villa Permata Harapan dan PWI, Minggu, 24 Februari 2019

Kedatangan Mahathir disambut hangat warga. Ia d sambutan bubur Manado.  Mahathir berdialog dengan para pengurus perumahan. Ada banyak hal disampaikan warga, terutama kondisi tanah di bantaran sungai Jeneberang yang terus terkikis air.  Tapi, menurut Mahathir, masalah abrasi itu tidak bisa ditangani sepenuhnya kelurahan.

KLIK INI: Jaga Fungsi Hutan, Solusi Cegah Bencana Banjir
KLIK INI: DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel

“Kalau soal abrasi, harus berkoordinasi dengan Balai Besar Pompengan Jeneberang karena masuk dalam wilayahnya,” kata Mahathir.

Namun, ia akan berupaya mencari solusi terbaik agar masalah abrasi yang mencemaskan warga Parangtambung bisa diatasi. Sebab jika tidak, ancamannya akan lebih besar nantinya.

Supeno Pani, selaku ketua Perumahan Villa Permata Harapan dan PWI berharap ada perhatian pemerintah terhadap kondisi abrasi di sekitar perumahan.

“Sebab jika dibiarkan, akan mengancam keselamatan warga di perumahan,” keluhnya.

Harapan Supeno dan janji Lurah Parangtambung mencarikan solusi mengatasi  masalah abrasi tersebut  tentu patut dinantikan kelanjutannya. (ir)