5 Kisah Haru di Balik Kehidupan Keluarga Pemulung

Klikhijau - Di kota-kota besar, hiduplah para pemulung yang menghabiskan waktunya di jalanan atau di tempat sampah. Keras kehidupan! Begitulah, banyak orang terpaksa hidup dengan mengandalkan kemampua...

5 Kisah Haru di Balik Kehidupan Keluarga Pemulung
Bacakan Artikel

[irp]

Nur Safitri, anak keluarga pemulung yang diundang ke Moskow

Pada awal Agustus 2019 lalu, ada kabar menggembirakan bagi keluarga pemulung di Bantargebang. Yah, seorang anak pemulung bernama Nur Safitri diundang ke Moskow menghadiri festival Indonesia yang digelar sumbangan dari Himpunan Persaudaraan Islam Indonesia (HPPI).

Dilasir Tempo, filantropis Siylvia RY Jenkins, yang membawa Fitri ke Moskow untuk mengikuti Festival Indonesia menyatakan, mahasiswa semester III Fakultas Psikologi Universitasย Jayabaya itu merupakan satu dari delapan remaja binaannya yang sehari-hari mengandalkan kehidupan dari memulung sampah di Bantargebang.

"Fitri kuliah. Tapi masih membantu ibunya memulung pada hari libur," kata Sylvia.

Dia sengaja mengajak Fitri ke Moskow untuk membangkitkan mental anak-anak Bantagebang agar mau melihat bahwa dunia di luar mereka itu luas dan beragam serta ada banyak jalan untuk mengubah nasib.

Pilih Halaman: