5 Cara Jitu Menghalau Babi ala Masyarakat Bulukumba

oleh -151 kali dilihat
Bata, batu gunung yang disusun rapi sebagai penghalau babi atau batas kebun-foto/Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Bahi, jika ada survei tiga besar binatang liar paling meresahkan di kampung saya, bahi pasti menempati urutan pertama.

Bukan tanpa alasan menempatkannya di posisi nomor wahid. Kehadirannya adalah ancaman paling nyata bagi tanaman, jika tidak memakannya, sangat mungkin dirusaknya.

Bahi adalah nama yang disematkan pada babi hutan di kampung saya, Desa Kindang, Bulukumba.

Nama lain yang diberikan pada binatang yang dikenal sebagai hama tanaman itu adalah palampa bangngi (yang bepergian saat malam). Palampa bangngi juga disematkan kepada pencuri.

KLIK INI:  DLH Kota Makassar Larang Peternakan Babi di Jl. Haji Kalla

Para petani di masa lalu, bahkan hingga sekarang memiliki cara tersendiri untuk menghalau babi masuk ke ladangnya, khususnya yang ditanami jagung dan sayur-sayuran yang berumbi, misalnya talas dan ubi. Cara itu juga berlaku pada tanaman padi.

Berikut ini 5 cara menghalau babi oleh masyarakat Bulukumba, khususnya di Desa Kindang dan sekitarnya yang mayoritas masyarakatnya adalah petani

  • Bata

Bata adalah nama yang disematkan pada batu gunung yang disusun vertikal. Batu gunung di susun menyerupai tembok, tingginya bisa mencapai dua meter.

Susunan batu gunung itu, terkadang mengelilingi ladang petani. Tidak hanya berfungsi sebagai penghalang hama babi, tapi bata juga berfungsi sebagai tanda pembatas kebun warga dengan warga lainnya.

Namun begitu, pengertian bata tidak berdiri sendiri sebagai “tembok” dari batu gunung yang disusun vertikal, bata juga memiliki arti gentar, takut atau perasaan ragu-ragu.

KLIK INI:  Mencurigai 3 Faktor Utama Penyebab Penurunan Populasi Kunang-Kunang
  • Sepa’

Sepa’ adalah tanah yang digali mengelilingi kebun atau ladang atau pada bagian tertentu yang potensial diterabas babi hutan.

Dalamnya bisa mencapai dua meter atau lebih dengan lebar bisa mencapai satu meter atau lebih, yang memungkinkan babi tidak bisa melompatinya.

Selain sebagai penghalang babi hutan, sepa juga berfungsi seperti bata, menjadi penanda batas kebun warga dengan warga lainnya.

  • Sampa’

Sampa’ atau pagar, para petani umumnya menggunakan bambu betung untuk memagari ladang atau kebunnya. Bambu umumnya dipotong dengan cukup panjang lalu dipasang melintang mengelilingi ladang atau tempat paling memungkinkan diterabas babi.

Cara ini masih banyak diterapkan saat ini, meski cara modern telah tersedia, misalnya dengan menggunakan setrum bertenaga surya.

KLIK INI:  Berpatroli Jaga Hutan dan Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan
  • Pabboeng

Pabboeng adalah menggantung atau memasang pakaian bekas di ladang. Tujuannya untuk menakut-nakuti babi atau hama lainnya.

Cara ini juga kerap diterapkan pada sawah untuk menghindarkan padi dari serangan burung pipit.

  • Paccappi’

Metode ini menggunakan kain bekas yang telah disobek kecil lalu dipasang di ladang, kebun atau sawah.

Biasanya dipasang pada bagian luar ladang. Paccappi’ ini tidak asal dipasang saja. Tapi, akan disirami dengan “ramuan” khusus yang memiliki bau menyengat, misalnya air sabun atau apa saja yang berbau dan tidak disukai babi.

Nah, sahabat hijau, itulah cara masyarakat Bulukumba menghalau hama babi agar tidak merusak dan memakan tanaman, semoga bermanfaat.

KLIK INI:  Menangkal Penyakit Alzheimer dengan Tidur