Tumbuh Liar Jadi Gulma, Lamanti Tetap Diminati sebagai Sayuran

Klikhijau.com –  Pada aplikasi LeafSnap, lamanti dideteksi sebagai Solanum americanum. Namun, sepertinya itu keliru. Karena Solanum americanum merupakan tanaman beracun. Sementara lamanti bisa dikonsu...

Tumbuh Liar Jadi Gulma, Lamanti Tetap Diminati sebagai Sayuran
Bacakan Artikel

Sedangkan menurut  literatur obat India kuno, buahnya dapat memberikan efek menguntungkan  pada  peradangan, diuretik, dan TBC (Chopra  dalam Marchella, 2014).

Selain itu, menurur Ghani  (2003) buah tumbuhan dari ordo Solanales ini dapat digunakan untuk mengobati, diare, penyakit jantung, demam,  penyakit mata, edema anasarka  atau bengkak seluruh tubuh), penyakit anjing gila, ambeyen, pembesaran hati  kronis, blood-spitting (batuk berdarah),    dan  disentri.

Sementara menurut penelitian Gogoi dan Islam (2012) menunjukkan buah tumbuhan ini mengandung metabolit sekunder,  yaitu flavonoid,  alkaloid, tannin, dan saponin. Tidak hanya itu, juga terdapat, glikosida, gula pereduksi, gum,  dan  steroid pada  buahnya.

Metabolit-metabolit sekunder tersebutlah yang diduga berkhasiat sebagai obat. Jenis alkaloid yang dikandungnya adalah  solanin, solamargin, dan solasonin.

Sementara alkaloid pada daunnya mengandung solasonin  dan solamargin,  sedangkan  pada  buah  terdapat solanin,  solamargin,  solasonin,  α  dan  β-solanigrin,  dan  solasodin,  serta  solanin  pada biji tanamannya (Karmakar, 2010).

Tumbuhan ini termasuk terna atau perdu semusim atau tahunan yang tergantung tempat hidupnya. Tingginya bisa 120 cm, batangnya cenderung tidak berkayu, ditutupi rambut halus. Tumbuhan ini  menyukai kawasan ladang atau kebun yang terang.

Untuk daunnya bisa mencapai panjang 7 cm dengan lebar 5 cm, bercangap di tepinya, yang permukaannya dapat ditutupi rambut.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: