Tumbuh Liar Jadi Gulma, Lamanti Tetap Diminati sebagai Sayuran

Klikhijau.com –  Pada aplikasi LeafSnap, lamanti dideteksi sebagai Solanum americanum. Namun, sepertinya itu keliru. Karena Solanum americanum merupakan tanaman beracun. Sementara lamanti bisa dikonsu...

Tumbuh Liar Jadi Gulma, Lamanti Tetap Diminati sebagai Sayuran
Bacakan Artikel

Iya, tumbuhan ini tumbuh bersama dengan gulma yang lain. Kehadirannya cenderung tidak terlalu diperhatikan. Apalagi bagi generasai zaman sekarang.

Hanya orang-orang tua di kampung saya yang kerap memperhatikan dan mengambilnya sebagai sayuran. Lamanti merupakan sayur andalan para orang tua.

Cara pengelohannya sebagai menu sayuran cukup sederhana, bisa dimasak tunggal, maksudnya  tanpa campuran sayuran lain dan bisa juga dicampur, semisal dengan  kentang. Cara memasaknya bisa direbus dan ditumis.

Masih menurut Marchella  dan Edi  dalam Pratiwi (2014) bahwa bagian yang  dikonsumsi  adalah  buah dan daun. Untuk daunnya adalah yang masih  muda. Berdasarkan penelitian Pratiwi (2011), 56.4%  dari  90  responden  menyatakan  menyukai leunca.

Menariknya dalam 100 gram buah leunca segar mengandung  90  g  air,  0.1  g lemak, 1.9  g  protein,  7.4 g karbohidrat, 274 mg Ca, 4.0 g Fe, 0.5 g karoten, 17 mg vitamin C, 0.1 mg vitamin B1, dan 17 mg vitamin C.

Namun meski memiliki banyak kandungan, lamanti atau leunca sebagian besar hanya dipanen dari areal yang kurang pemeliharaan, biasanya di kebun atau di semak-semak—tempatnya tumbuh liar.

[irp]

Bisa jadi obat herbal

Rupanya selain sebagai sayuran yang nikmat, tumbuhan ini dapat pula dimanfatkan sebagai obat tradisional. Misalnya di Jawa Barat dijadikan sebagai  aprodisiak, yakni zat yang merangsang daya seksual.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: