Tekad dan Patih Cetak Sejarah Baru di Bidang Konservasi Banteng Jawa

Klikhijau.com – Banteng jawa yang dikembangbiakkan di eksitu mencatatkan sejarah baru. Dengan menjadi  banteng pertama yang dikembalikan ke habitat alaminya. Peristiwa itu bukan hanya menjadi kabar...

Tekad dan Patih Cetak Sejarah Baru di Bidang Konservasi Banteng Jawa
Bacakan Artikel

"Anakan dari suaka satwa banteng inilah yang nantinya dilepasliarkan ke alam sebagai "fresh blood" untuk menjaga variasi genetik populasi di alam tetap terjaga," imbuhnya.

Pelepasliaran dua banteng tersebut memakan waktu yang lama. Hal ini dikarena  keduanya  lahir di fasilitas eksitu sehingga metode yang dijalankan  adalah soft release, yaitu satwa telah melalui proses panjang untuk siap baik secara perilaku maupun kemampuan bertahan hidup sebelum dilepaskan ke habitat alaminya.

Kedua banteng tersebut telah menjalani proses habituasi selama 8 bulan sebelum dilepasliarkan.

Setelah dilepasliarkan  keduanya tidak serta merta bebas begitu saja. Keduanya akan terus dipantau. Cara memantaunya dengan menggunakan GPS Collar bantuan dari Copehangen Zoo.

Jadi, pergerakan keduanya akan terus dipantau secara digital, selain itu pemantauan juga dilakukan secara manual dengan mengikuti pergerakannya dan mencatat mencatat perilaku banteng selama 3 bulan.

Saat ini Taman Nasional Baluran terus melakukan upaya pemulihan populasi banteng jawa di alam. Salah satu upayanya, yaitu dengan menurunkan ancaman kelestariannya.Misalnya menindak pelaku perburuan liar dan juga penanganan terhadap spesies invasif Acacia nilotica seluas 6000 hektar yang telah mengganggu habitatnya di Taman Nasional Baluran.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: