Tekad dan Patih Cetak Sejarah Baru di Bidang Konservasi Banteng Jawa

Klikhijau.com – Banteng jawa yang dikembangbiakkan di eksitu mencatatkan sejarah baru. Dengan menjadi  banteng pertama yang dikembalikan ke habitat alaminya. Peristiwa itu bukan hanya menjadi kabar...

Tekad dan Patih Cetak Sejarah Baru di Bidang Konservasi Banteng Jawa
Bacakan Artikel

"Saat ini hanya tersisa kurang dari 5000 ekor banteng jawa di alam ini, namun populasi banteng liar di Baluran sendiri, selama 5 tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan populasi yang menggembirakan,” ujarnya.

Dari estimasi 44 - 51 individu di tahun 2015, meningkat menjadi 124 - 140 individu di tahun 2019. Estimasi populasi tersebut didapatkan dari analisa data kamera trap yang dilakukan setiap tahun.

Saat ini kantong populasi utamanya di Pulau Jawa hanya tersisa di Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Namun, keempat habitat alami tersebut sudah terisolasi oleh area pemukiman dan budidaya, yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk saling terhubung yang dalam jangka panjang.

Hal ini menjadi salah satu penyebab yang mengakibatkan turunnya kualitas genetik dan berdampak pada berbagai hal, seperti penyakit genetik hingga potensi satwa ini menjadi kerdil.

Melalui proses panjang

Karenanya, kehadiran SSB merupakan salah satu strategi untuk mengintervensi faktor alam yang sudah sulit terjadi.

SSB dijadikan sebagai "gene pool" yang berfungsi untuk menampung banteng dari berbagai kantong populasi. Tujuannya untuk dikembangbiakan agar menghasilkan individu  dengan variasi genetik yang lebih beragam.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: