Suara Rimba Selepas Pesta Rakyat

Suara Rimba Selepas Pesta Rakyat   (1) Akan kusampaikan suara rimba pada sang alam, suara kecewa yang membawa duka dan malapetaka, segelintir pemimpin yang masih nyengir, disambut dengan sen...

Suara Rimba Selepas Pesta Rakyat
Bacakan Artikel

Suara Rimba Selepas Pesta Rakyat


 
(1)

Akan kusampaikan suara rimba pada sang alam, suara kecewa yang membawa duka dan malapetaka,
segelintir pemimpin yang masih nyengir,
disambut dengan senang dan riang, atas kedatangan investor yang menyetor marabahaya,
yang akan berimbas sengsara.

Tak ada lagi suara kicau para burung yang murung.
Satwa-satwa akan berduka, yang katanya ia lindungi, lalu menangis sadis,
mengais sinis diatas puing-puing sisa pembangunan.

Sepakat telah menjerat, sedangkan tempat yang telah direncana akan dibabat, diangkat lalu disikat.
Melalui suara telah dilontarakan siasat para pujangga.
Yak tak seirama dengannya.

Waktu dipercepat, seakan semua dilangsungkan dalam jangka yang tak disangka.
Apa hendaknya, yang senyawa akan berduka yang sejiwa akan tertawa.
Meniikmati sarananya.

Aturan mainnya ada di otak mereka.
Yang membentak akan kecewa hingga akan merasa sengsara, secara bersama kita dalam masa merasa marabahaya.

Lombok Tengah, 31 Januari 2020


(II)

Langkah kaki itu begitu berat
Matakaki dibalut luka yang menaun
Kain rajutan yang menempel terlihat lusuh
Muka membentuk tertunduk

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: