Suara Rimba Selepas Pesta Rakyat

Suara Rimba Selepas Pesta Rakyat   (1) Akan kusampaikan suara rimba pada sang alam, suara kecewa yang membawa duka dan malapetaka, segelintir pemimpin yang masih nyengir, disambut dengan sen...

Suara Rimba Selepas Pesta Rakyat
Bacakan Artikel

Tanyanya dalam senyumnya
Jawabnya dalam langkah pelannya
Berakhir dengan membelah lelah dengan serakahnya rinduku dalam senyumnya

Lombok Timur 2020


(IV)

Di ujung jalan. Ada tanya yang bergelantungan dedaunan yang hijau.
Serta jawaban keresahan yang bergeletak diatas dedaunan yang kering.
Ada kecewa yang menempel oleh getah perintah. Lalu mematah tunas ranting yang akan meluas.

Sejuknya udara telah tertimbun. Embun kesejukan telah menurun. Suasana disana kerap melahap kerinduan.
Kerap ditebas bebas sebelum umur. Lalu terjemur mengering yang hening.

Tanah hanya bisa pasrah, tanpa ada ranting yang akan melapuk untuk menjadi pupuk.
Menangisi dedaunan kering yang tak menutupi demi lembabnya. Akar hanya bisa melingkar.
Memberi batangnya ditebang tanpa ada tunas kecil yang akan disumbang.

Tanah yang gersang kini mulai tertawa. Suasana sudah tak seperti cerita. Merangkul dan memukul pundak para budak.
Hingga Debu menyerbu, mencumbu langkah kaki pedagang asongan dikota.

Kita dalam duka. Dibungkus tawa, mencetus duta, raja, dan dewa, yang telah membawa air kehancuran yang berhamburan dusegala jalur.
Berimbas keburukan untuk anak cucu kita.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: